Bagi kebanyakan Investor / Trader, hanya ada dua pergerakan harga yaitu : Naik dan Turun. Bagi The Primary Trader (dan mungkin beberapa Trader lain), ada empat pergerakan harga.

Harga naik dan turun dibandingkan dengan harga Penutupan sebelumnya.

Bila harga terakhir (atau harga Penutupan hari ini) lebih tinggi dari harga Penutupan sebelumnya, kita katakan harga naik.

Bila harga terakhir (atau harga Penutupan hari ini) lebih rendah dari harga Penutupan sebelumnya, kita katakan harga turun.

Secara rumus sederhana sebagai berikut :

Rise : Price t > Close t-1

Fall : Price t > Close t-1

*Price = harga kapanpun (Open, High, Low, Close atau Last)

Kuncinya adalah kita seringkali membandingkan dengan harga Penutupan sebelumnya.

Namun seperti yang kita semua tahu juga bahwa ada empat harga yang perlu diperhatikan dalam satu periode perdagangan yaitu Open, High, Low dan Close. Bila kita mengatakan ada dua pergerakan harga, hal itu karena kita hanya membandingkan Closet dengan Closet-1.

Rise : Close t > Close t-1

Fall : Close t > Close t-1

Ada satu pertimbangan lagi yaitu dengan membandingkan harga Pembukaan di periode yang sama (Open t). Dengan kata lain, selain membandingkannya dengan Close t-1, kita juga membandingkan dengan Open t.

Rise : Price t > Open t

Fall : Price t > Open t

Ada satu metode lain yaitu membandingkan harga Closing sebelumnya (Close t-1) dan secara bersamaan membandingkan harga Open hari itu (Open t). Dengan demikian, dapatlah diperoleh empat kemungkinan yaitu :

Rise :

  • Close t > Close t-1
  • Close t < Open t

Rally :

  • Close t > Close t-1
  • Close t > Open t

Fall :

  • Close t < Close t-1
  • Close t > Open t

Slump :

  • Close t < Close t-1
  • Close t < Open t

The Primary Trader menggunakan nama sendiri karena (sampai sekarang, sejauh pengetahuan kami), belum ada penamaan baku.

Berikut adalah contohnya pada saham ASII :