Pemain Jasa Penunjang di sektor Kawasan Industri

POWR memiliki 3 pembangkit listrik (PLTGU dan PLTG dengan total 864 MW dan PLTU 280 MW) dengan total 1,144 MW, salah satu pembangkit listrik swasta pertama dan terbesar di Indonesia. POWR melayani 5 kawasan industri di daerah Bekasi, Karawang dan Purwarkarta. Kawasan industri yang dilayani antara lain milik KIJA, BEST dan LPCK.

POWR mencatat kinerja yang positif di 3Q19 dengan laba naik 30% YoY meskipun pendapatan naik hanya 3% YoY.

Diuntungkan dari peningkatan permintaan kawasan industri

Di tahun 2018, penjualan kawasan industri milik DMAS, SSIA dan BEST turun menjadi 77 ha (dari 103 ha di tahun 2017). Ada peningkatan penjualan di 9M19 menjadi 59 ha dari 49 ha di 9M18. Diperkirakan penjualan lahan masih akan terus naik seiring penambahan tersebut baru dimulai di akhir 2Q19 paska Pemilu Presiden 2019.

Peningkatan penjualan lahan kawasan industri pun ditopang oleh niat pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri terutama manufaktur. Oleh karena itu, akan semakin banyak pabrik yang dibangun terutama di kawasan industri milik DMAS, SSIA dan BEST. Dengan demikian, ada harapan peningkatan permintaan listrik milik POWR.

Buy Back Saham

POWR sedang dalam program Buy Back Saham yang menjadi katalis positif bagi harga saham tersebut. Program tersebut dimulai sejak akhir Okt’18 dan akan berakhir di pertengahan tahun 2020.

Valuasi Murah

The Primary Trader senang menggunakan PE TTM atau Price to Earning Ratio dari 4 kuartal terakhir. Hal ini karena PE TTM cenderung lebih bebas dari bias estimasi dan prediksi analis.

PE TTM POWR saat ini di 12.5x dan masih di bawah rata – rata PE TTM sejak 3 tahun terakhir atau sejak POWR IPO di 2Q17 yaitu di 16x. Masih ada potensi POWR naik setidaknya mendekati PE TTM di 16x dimana pada saat ini, harga POWR berpotensi mencapai Rp1,330.

Di Awal Uptrend

POWR telah memulai Uptrend dari sejak Breakout Rp1,000 di Sept’19 yang mengonfirmasi pola Bullish Reversal. POWR pun telah mencapai target di Rp1,200 namun karena pola tersebut menandakan awal Uptrend maka The Primary Trader percaya POWR masih dapat terus naik sebagai Uptrend setidaknya menuju Rp1,400.

Saat ini POWR dalam fase Throwback yaitu penurunan singkat untuk menguji Support di Rp1,000. Dengan tetap bertahan di Rp1,000 maka POWR masih dalam Uptrend kembali ke Rp1,200 lalu menuju Rp1,400.

Ikuti live chart di sini.