Bullish or Bearish in 2020?

VIX Dalam Posisi Naik

VIX Index yang mengindikasikan volatilitas S&P500 dalam posisi naik yang berarti ada ancaman penurunan pada S&P500. VIX telah stabil di level rendah dari sejak akhir Okt’19 namun sejak awal Nov’19, ada indikasi VIX naik dari level 12 (Bottom) menuju Resistance terdekat di 20.

Perlu diingat bahwa VIX telah turun dari akhir Sept’19 dari level 20 karena ada harapan The Fed memastikan tren penurunan Fed Fund Rate dan adanya harapan Trade Deal AS – China. Di saat VIX mendarat di level 12an (yang mengindikasikan risiko pasar telah berkurang), The Fed memberikan pernyataan untuk mempertahankan Fed Fund Rate. Pada saat itu memang The Fed kembali menurunkan Fed Fund Rate dari 2% menjadi 1.75%. Namun Investor kecewa karena tidak ada Aggressive Cut Rate dan bahkan mungkin tidak ada lagi Cut Rate sampai ada indikasi ekonomi benar – benar memburuk.

The Primary Trader sudah tidak percaya harapan Trade Deal sampai AS dan China menandatangani Deal tersebut. Menjelang akhir Okt’19, masing – masing pihak mengklaim sudah mensepakati fase awal perdagangan. Keduanya bahkan sedang mencari lokasi pertemuan dan tanda tangan fase satu karena agenda pertemuan multilateral di Chili batal karena situasi keamanan di sana. Tentu dapat dimaklumi keengganan China untuk menandatangani perpanjian fase satu di AS. Belum sempat disepakati lokasi pertemuan, perjanjian dagang fase satu terancam batal dan baru – baru ini Trump mengancam akan menaikkan tarif impor barang dari China lebih besar lagi bila perjanjian fase satu ini batal. The Primary Trader rasa memang selama Trump menjabat sebagai Presiden AS, perang dagang AS dengan negara lain (setelah China, tampaknya genderang perang dagang dengan Uni Eropa akan dibunyikan).

S&P500 Dalam Throwback

Dampak utama dari kenaikan VIX adalah S&P500 terancam turun. S&P500 saat ini telah Breakout 3,000 (dan berada di All Time High) dan dalam Uptrend lanjutan menuju 3,300. Secara jangka pendek, S&P500 sendiri telah Overbought dan memang terancam turun sebagai Tech. Correction. Lebih khusus lagi, menurut The Primary Trader, Tech. Correction yang terjadi paska Breakout Resistance adalah Throwback. Fase Throwback wajar yang tidak membatalkan Uptrend adalah sampai level Resistance (saat ini Support) yang telah di-Breakout tersebut. Dalam hal ini, Throwback S&P500 seharusnya tidak sampai di bawah 3,000 agar S&P500 masih terindikasi valid Uptrend menuju 3,300.

Live chart di sini.

The Primary Trader melihat penurunan yang berpotensi terjadi adalah level yang tepat untuk melakukan Buy on Weakness (untuk saham – saham di AS). Tentu akan sedikit berbeda dengan saham di Indonesia.

Uptrend di Emas, Tanda Buruk di Perekonomian

Emas dapat dianggap sebagai Safe Heaven. Emas akan sangat berharga di saat aset lain tidak ada harganya. Dengan kata lain, menurut The Primary Trader, emas menjadi investasi yang sangat baik di saat kondisi buruk seperti perang atau resesi atau bahkan krisis.

Oleh karena itu, emas yang dalam kondisi Uptrend sejak akhir 2018 adalah tanda bahwa Investor mengkhawatirkan kondisi yang buruk sebagai akibat dari Trade War. Selain itu perlu diingat juga bahwa tahun 2018 adalah kondisi dimana The Fed mulai berpikir untuk menaikkan Fed Fund Rate (normalisasi).

The Primary Trader memperkirakan Uptrend emas belum berakhir meskipun terjadi penurunan dari sejak Sept’19. The Primary Trader melihat penurunan emas yang terjadi 3 bulan terakhir membentuk pola Bullish Continuation. Artinya adalah Uptrend emas yang telah dikonfirmasi setelah Breakout USD1,370 di Jun’19 masih akan berlanjut.

Emas berpotensi naik sampai USD1,700 paska Breakout USD1,370. Dengan demikian, setelah Bullish Continuation selesai, emas masih berpotensi naik sampai USD1,700. Pola Bullish Continuation yang terjadi sejak Sept’19 pun memiliki target dan target tersebut berada di USD1,800. All Time High emas ada di USD1,920an pada saat krisis hutang Yunani. Level USD1,800 menjadi Resistance penting karena beberapa kali emas berusaha terus naik namun gagal.

The Primary Trader percaya emas masih akan naik dan hal ini merupakan salah satu bukti kuat bahwa Investor mengkhawatirkan terjadinya sesuatu yang buruk (resesi ekonomi) di tahun 2020.

Strategi Investasi

Resesi ekonomi membuat investasi di saham tidaklah menarik. Namun tentu pada saat kondisi apapun telah terjadi, harga suatu aset sudah mencerminkan kondisi tersebut. Dengan demikian, pada saat Resesi benar terjadi di tahun 2020 maka harga aset (terutama saham) sudah turun dalam. Namun bila diperhatikan pergerakan S&P500 dan Yield Treasury US 10Yr, harga keduanya naik tinggi (!).

S&P500 berhasil naik sebesar 23% dari sejak awal tahun sementara Yield US Treasury 10Yr turun dari 2.68% menjadi 1.88%. Penurunan Yield berarti harga obligasi naik.

Live chart Yield US Treasury 10Yr di sini.

Memang perlu dikhawatirkan adanya resesi namun perlu juga dipertimbangkan resiko kehilangan kesempatan Uptrend.

The Primary Trader meyakini IHSG sedang di tahap akhir pola Bullish Continuation jangka panjang. Bila pola ini selesai dan terkonfirmasi maka IHSG akan mengawali Uptrend dalam jangka panjang dengan potensi menuju 8,000. Persyaratan untuk berharap IHSG Uptrend dan naik sebesar 30% dalam 3-5 tahun ke depan pun sudah ada yaitu antara lain dengan pembangunan infrastruktur di Jawa, perpindahan Ibukota yang menumbuhkan pusat pertumbuhan ekonomi baru, Kabinet Indonesia Maju (dengan Sri Mulyani kembali sebagai Menteri Keuangan), deregulasi serta proses awal industrialisasi yang bermodalkan komoditas dalam negeri.

Awal Uptrend jangka panjang IHSG adalah ditandai dengan Breakout 6,500. Hal ini merupakan tanda bahwa pola Bullish Continuation selesai dan terkonfirmasi. Oleh karena itu, The Primary Trader sedang menunggu (dan berharap) IHSG Breakout 6,500.

AJKSE - weekly 11/13/2019 open 6171.44, Hi 6183.83, LO 6127.88, Close 6142.5 (-0.6%) 
261.8% 
200.0% 
po.0% 
61.8 
50.0% 
38.2% 
www.theprimarytrader.com 
2019 
6,500 
7935.58 
7014.49 
6100 
5524.04 
4954.68 
4778.81 
4602.94 
2016 
AJKSE - Trade value (RP Mn) 
.00, 
2017 
Weekly Avg 
2018 
(Rp Mn) — 
, Monthly Avg 
8,000 
7,500 
7,000 
6,500 
6,000 
5,500 
5,000 
4,500 
700M 
481,464,: 
445,237,' 
300M 
Created Ami Broker 
charting ane technical analysis soft.vare. htt

Meski demikian, perlu diwaspadai bahwa pola Bullish Continuation pun berpotensi batal – bila IHSG Breakdown Support. IHSG akan Breakdown Support pola Bullish Continuation bila turun di bawah 5,900. Artinya adalah bila IHSG turun di bawah 5,900 maka pola Bullish Continuation jangka panjang yang menjanjikan IHSG naik 30% menuju 8,000 dalam 3-5 tahun ke depan berpotensi batal.

The Primary Trader akan mewaspadai bila dalam waktu dekat, IHSG turun di bawah 6,100.

Ikuti pergerakan live chart -nya di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s