Uptrend dari Awal Tahun 2019

The Primary Trader memperhatikan bursa saham AS dan China dimana S&P500, Dow Jones dan Shanghai Composite justru dalam Uptrend sejak awal tahun. Sampai 15 November 2019 (hampir Full Year 2019), ketiganya mencatat Return yang sangat tinggi antara 15% – 25%. Bila memang Trade War mengancam ekonomi kedua negara bahkan dunia maka seharusnya bursa saham pun ikut turun mengikuti ancaman terhadap ekonomi AS dan China.

Ikuti Live Chart di sini.

Pertumbuhan Ekonomi AS dan China

Ekonomi China memang terpukul terutama dari sejak tahun 2010 setelah mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 12% YoY. Pada 3Q19, ekonomi China tumbuh sebesar 6% YoY. Memang masih dapat dikatakan Soft Landing dan pertumbuhan 6% itu tinggi (!). Namun demikian, yang perlu diperhatikan saat ini adalah hutang yang ada pada ekonomi China dan hutang tersebut perlu pertumbuhan ekonomi agar dapat dilunasi. Oleh karena itu, banyak Investor khawatir dampak ekonomi China karena Trade War.

China GDP Annual Growth Rate

Di sisi lain, sebagai pencetus Trade War, ekonomi AS berhasil tumbuh relatif stabil walau tetap terlihat perlemahan. Namun berdasarkan data 3Q19, ekonomi AS berhasil tumbuh sebesar 1.9%, di atas estimasi sebesar 1.6%. Hal ini tentu cukup mengejutkan karena tampaknya ada harapan Trade War berhasil dimenangkan oleh AS sebagai pencetus.

United States GDP Growth Rate

Kenapa ?

The Primary Trader menilai bahwa konsumsi domestik yang disebabkan adanya Disruptive Economy (Startup) yang cenderung masih dalam tahap ‘membakar duit’ berhasil menopang ekonomi AS. Perlu diingat bahwa konsumsi di 3Q19 masih belum dapat dianggap sebagai konsumsi akhir tahun (Thanksgiving, Natal dan Tahun Baru) di AS sementara pada musim tersebut, penjualan hampir selalu tinggi setiap tahun. Oleh karena itu, ada peluang ekonomi AS di 4Q19 pun akan tinggi. Hal ini tentu akan menjadi katalis signifikan karena Investor akan mulai melihat ancaman resesi berkurang dan Investor akan “FOMO” atau Fear of Missing Out dari Uptrend saham – saham AS.

Bagaimana Strateginya ?

The Primary Trader percaya Market Cycle dimana Bullish itu di akhiri ketika semua Investor percaya dan menjadi sangat yakin Bullish akan berlangsung lebih lama lagi (jika tidak selamanya). Saat ini tampaknya masih banyak Investor yang ragu akan Bullish namun tampaknya mulai ada keyakinan (Optimism).

Image result for market cycle

Dengan melihat siklus di atas, ada kemungkinan fase bursa saham di AS (dan China) saat ini adalah fase antara Hope dan Optimism. Oleh karena itu, The Primary Trader berpendapat masih ada potensi Uptrend bagi bursa saham AS terutama S&P500 dan Dow Jones. Selain itu, bursa saham China, yang terpukul karena pertumbuhan ekonominya jelas terpukul, pun sedang dalam pembentukan Bullish Continuation. Artinya ada potensi Shanghai Composite melanjutkan kenaikan dari sejak awal tahun 2019 dengan potensi kembali ke level awal tahun 2018.

S&P500 sendiri sedang dalam Uptrend (seperti juga Dow Jones) dengan potensi menuju 3,300.

Ikuti Live Chart di sini.

Bagaimana dengan IHSG ?

The Primary Trader percaya IHSG sedang dalam tahap akhir Bullish Continuation jangka panjang dari sejak tahun 2018. Artinya adalah seharusnya IHSG sedang bersiap untuk mengawali Uptrend jangka panjang dengan potensi menuju 8,000 (tentu dalam 3-4 tahun ke depan).

Untuk mengawali Uptrend, IHSG perlu Breakout 6,500 sehingga masih perlu 3 – 6 bulan lagi untuk memastikan Uptrend dimulai. Selain itu, karena saat ini IHSG mendekati Support dari pola Bullish Continuation di 5,900, ada ancaman IHSG batal mengawali Uptrend. Downtrend jangka panjang terancam dimulai bila IHSG Breakdown Support 5,900. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dan diwaspadai penurunan di bawah 5,900.

Ikut Live Chart di sini.