Akhir Atau Awal ?

Menjelang Akhir Dari Wabah Covid-19 di China

China melaporkan kenaikan pasien yang sembuh dan dipulangkan dari RS sejak akhir Februari 2020. Setelah itu, pasien baru yang dilaporkan terinfeksi mulai berkurang sehingga total pasien yang terinfeksi mulai stagnan di akhir Februari 2020 menjelang awal Maret 2020. Ada harapan wabah Covid-19 di China mulai mereda. Bahkan salah satu RS di China yang khusus menangani Covid-19 telah ditutup karena jumlah pasien baru turun drastis.

Namun ternyata, penyebaran Covid-19 di seluruh dunia mulai terlihat meningkat. Di Indonesia sendiri dilaporkan kasus pertama pada 2 pasien yang positif terkena infeksi Covid-19. AS melaporkan total ada 9 pasien meninggal dari 105 pasien yang positif terinfeksi. Tampaknya ada potensi pandemik meski WHO belum mengumumkan hal tersebut.

Emergency Cut Rate oleh The Fed

The Fed memotong Fed Fund Rate sebesar 0.5% menjadi 1.25% karena melihat wabah Covid-19 dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi AS yang saat ini (menurut The Fed) masih terjaga baik. Oleh karena itu sebagai bagian dari antisipasi, The Fed memotong suku bunga di luar jadwal FOMC Meeting (dimana rencananya diadakan pada 19 Maret 2020, bersamaan dengan Rapat Dewan Gubernur BI).

United States Fed Funds Rate

Keputusan The Fed memotong suku bunga di awal Maret 2020 sejalan dengan estimasi Investor bahwa bank sentral lain (seperti ECB, BOJ dan BOE) akan ikut menurunkan suku bunga acuan pada jadwal rapat masing – masing. The Primary Trader perkirakan pada pertengahan Maret 2020 akan semakin tinggi aksi spekulasi Investor (menjelang pengumuman ECB dan BOJ).


Dampak langsung dari pemotongan suku bunga adalah penurunan Yield obligasi. Saat ini Yield UST 10Yr sudah di level 1%. Sejak bulan Februari 2020, Yield UST 10Yr berada di level terendah sepanjang sejarah dan The Primary Trader perkirakan sangat mungkin Yield UST 10Yr berada di area negatif mengikuti Yield negara besar lainnya.

VIX Memuncak – Tanda Berakhir (?)

Melihat reaksi bank sentral yang relatif cepat dan pemerintah yang juga responsif (saat ini pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan stimulus kedua), The Primary Trader meyakini dampak negatif dari wabah Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia dapat diminimalisir. Pada akhirnya wabah Covid-19 hanya dapat diselesaikan oleh pihak medis dan diharapkan dapat segera ditemukan dan disebarluaskan obat serta vaksin Covid-19. Setidaknya sudah ada 3 obat yang berpotensi digunakan untuk terapi antara lain obat anti-HIV dan anti Malaria.

The Primary Trader melihat kembali indeks VIX yang sudah mencapai level 50an. Level tersebut adalah level Resistance yang mengindikasikan risiko tertinggi diluar dari Global Finance Crisis (yang dapat mengangkat VIX mendekati level 100). Setelah VIX mendekati 50 tentu akhirnya VIX kembali ke level normal yaitu di 20 – 30.

The Primary Trader optimis memasuki bulan April 2020 atau 2Q20, kondisi keuangan akan relatif membaik dan diharapkan wabah Covid-19 dapat terkendali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s