Melawan Dampak Negatif Covid-19 di Indonesia

Stimulus Fiskal Untuk Menanggulangi Dampak Negatif Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan stimulus fiskal dalam rangka menghadapi dampak negatifnya terhadap ekonomi Indonesia. Stimulus fiskal (ke-3 dari awal tahun) adalah dalam bentuk Peraturan Pemerintah (Perppu) No.1 Tahun 2020. Salah satu yang paling positif adalah pemotongan tarif pajak badan dari 25% menjadi 22%(dimana klausul ini sebenarnya sudah masuk ke dalam draft Omnibus Law – yang masih sedang dibahas oleh DPR saat ini). Namun ada klausul yang sedang menjadi perhatian karena dapat menjadi sentimen negatif dalam melawan Covid-19 yaitu rencana melonggarkan defisit anggaran dari 3% dari PDB per tahun menjadi 5%. Salah satu dampaknya adalah Indonesia dapat mengalami penurunan rating namun kemungkinan besar masih dalam rentang Investment Grade rating.

Pelebaran defisit anggaran akan berdampak yang paling utama pada pasar obligasi sehingga ada kemungkinan Yield SUN10Yr masih akan terus naik, melanjutkan kenaikan dari awal tahun 2020. Selain itu, perlemahan Rupiah (kenaikan USDIDR) pun berpotensi terus terjadi. The Primary Trader mengkhawatirkan kenaikan Yield SUN10Yr dan perlemahan Rupiah akan membuat IHSG kembali melemah.

Live Chart here

Pergerakan IHSG

Ada sentimen positif bagi IHSG dari pemotongan pajak dari 25% menjadi 22% di tahun 2020 dan 20% di tahun 2021 (untuk emiten dengan Free Float < 40%) serta dari 20% menjadi 19% di tahun 2020 dan 17% di tahun 2021 (untuk emiten dengan Free Float > 40%). Namun kenaikan laba bersih di tahun 2020 dari pemotongan pajak tersebut tampaknya terbatas antara sebesar 1.5% – 9%. Rata – rata emiten Big Caps diperkirakan mendapat kenaikan laba bersih (dengan asumsi semua tetap) sebesar 4%.

The Primary Trader melihat sentimen tersebut belum cukup menolong dan membuat IHSG mengakhiri Downtrend dan mengawali Uptrend. Sentimen negatif dari penurunan rating Indonesia serta perlemahan Rupiah karena kenaikan defisit anggaran tahun 2020 mencapai 5% berpotensi kembali melemahkan IHSG.

The Primary Trader melihat IHSG masih berpotensi naik dalam jangka pendek mendekati 4,850 – 5,400. Tampaknya masih ada yang melihat kenaikan defisit anggaran tersebut adalah hal yang wajar dan sebaiknya dilakukan untuk mempercepat restarting ekonomi Indonesia setelah berhenti karena wabah Covid-19.

Selama IHSG belum kuat untuk melewati level Fibonacci Retracement di 61.8% atau di 5,400, IHSG masih dalam fase Downtrend dengan potensi turun lebih dalam dari 3,911.

Bottom – Bottom IHSG

The Primary Trader mencoba melihat Support – Support IHSG sejak tahun 2007 sehingga dapat dikatakan level Support yang seharusnya signifikan untuk dapat menahan penurunan IHSG.

Saat ini IHSG sedang berada di Support sejak tahun 2013 dan 2015 yaitu di kisaran 4,000an. Namun bila IHSG kembali turun maka Support berikut yang dapat menahan IHSG antara lain :

  • Support (Resistance) tahun 2010 dan 2012 di 3750
  • Support di tahun 2011 di 3,250
  • Resistance tahun 2007 di 2,850

Saat ini The Primary Trader perkirakan IHSG masih akan melanjutkan Downtrend dengan potensi membentuk New Lowest 2020 dari saat ini di 3,911.72 yaitu di 3,750. The Primary Trader perkirakan IHSG akan mulai membentuk Bottoming dalam rangka mengakhiri Downtrend dan memulai proses Bullish Reversal untuk mengawali Uptrend. Perlu diingat bahwa dalam rangka Uptrend dan membentuk New All Time High baru (dari saat ini di 6,693 di Februari 2018), IHSG umumnya perlu waktu 4x dari lama penurunan. Dengan demikian, New All Time High dapat terbentuk setidaknya 44 bulan kemudian (~4 tahun yaitu di tahun 2024). Mengasumsikan kondisi paling Bullsih, IHSG perlu waktu 1.9x atau sekitar 22 bulan (~2 tahun yaitu di tahun 2022) untuk membentuk New All Time High. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s