Dow Theory – Teori Dasar Terpenting Menurut The Primary Trader (1)

Pengantar

Ini adalah edukasi yang kurang lebih ditujukan bagi Investor yang sudah memahami Dow Theory. Untuk awal, silahkan baca mengenai Dow Theory di sini. Untuk lebih jauh lagi, dapat belajar mengenai Dow Theory di sini.

The Primary Trader (akan) menulis artikel edukasi dalam 3 bagian. Semoga berguna.

Sembilan (9) Poin Dalam Dow Theory

The Primary Trader menemukan Dow Theory terdiri dari 9 poin yaitu :

  1. Price discounts everything
  2. Market has 3 Trends
  3. Market has 3 Phases
  4. Index must confirm each other
  5. Volume must confirm trend
  6. Trend is assumed to be in effect until it gives definite signals it has changed
  7. Line indicates movement
  8. Price Action determine the trend
  9. Only closing price is used

Bagi sebagian, mungkin Dow Theory hanya sampai poin ke-6. Namun bila diperiksa lagi buku – buku Analisis Teknikal penting, maka tiga poin terakhir (poin no 7, 8 dan 9) dapat ditemukan.

Price Discounts Everything

Harga bergerak karena :

  1. Pembeli yang ingin membeli di harga yang ditawarkan oleh Penjual
  2. Penjual yang ingin menjual di harga yang ditawarkan oleh Pembeli

Dow Theory mengindikasikan bahwa pembeli atau penjual memiliki motivasi masing – masing antara lain :

  1. Mengetahui atau memperkirakan akan ada berita bagus (bagi pembeli) atau berita buruk (bagi penjual) yang mana berita tersebut belum tersebar ke publik (menurut masing – masing)
  2. Meyakini berita yang sudah tersebar ke publik belum direspon dengan baik oleh Investor lain

Namun masih ada hal lain yang kadang tidak dapat dijelaskan oleh kedua logika tersebut yaitu :

  1. Investor yang tidak mau tahu dan membeli atau menjual tanpa alasan yang jelas dan kuat
  2. Hal kecil yang berdampak signifikan (Mozaic Theory) seperti : Rebalancing, Subscription atau Redemption, Dividend Distribution, Owner yang meninggal dan lainnya

Tentu akan sulit untuk menganalisis pergerakan harga apabila alasannya adalah Ignorant Investor maupun Mozaic Theory. Seorang analis investasi yang hebat akan banyak menggunakan Mozaic Theory untuk menganalisis pergerakan aset investasi.

Market Has 3 Trends

Yaitu : Primary, Intermediate dan Minor Trend

Ini adalah salah satu hal terpenting bagi The Primary Trader karena nama The Primary Trader sendiri berarti salah satu dari 3 tren yaitu Primary Trend.

Secara pribadi, The Primary Trader bukanlah Investor yang suka mengambil risiko terlalu besar (Agresif) dengan bertransaksi aset yang volatile. Namun The Primary Trader akan sangat agresif ketika aset tersebut dalam Primary Uptrend. The Primary Trader hanya melihat dua tren yaitu Primary dan Intermediate Trend dan menghiraukan Minor Trend.

Mengetahui kondisi diri sendiri (Risk Profile) sangatlah penting sebelum menentukan kondisi tren yang akan dipilih untuk melakukan transaksi. Bila kita adalah Risk Taker, tentu tidak masalah bertransaksi dalam Minor Trend namun kesalahan besar untuk membeli dalam Minor Uptrend ditengah Primary atau Intermediate Downtrend.

Bila kita Risk Averse, pilihlah aset dalam Primary atau Intermediate Uptrend.

Market Has 3 Phases

Market terdiri dari 3 fase pada masing – masing tren.

  • Uptrend : Accumulation – Panic Buying – Excess.
  • Downtrend : Distribution – Panic Selling – Despair.

The Primary Trader menggunakan Panic Buying dan Panic Selling untuk menggantikan istilah Public Participation yang cenderung netral (tidak menunjukkan trend).

The Primary Trader akan memperhatikan fase – fase harga untuk menentukan sikap apakah harus Stay Alert, Wait Patiently atau bahkan Do Nothing. Jangan pernah meremehkan Do Nothing karena Warren Buffet mengatakan “If You Don’t Find A Way To Make Money While You Sleep, You Will Work Until You Die“. Tentu dengan berinvestasi di pasar modal, kita ingin uang kita bertambah dengan usaha yang minim. Warren Buffett Indonesia (Lo Kheng Hong) sendiri memiliki strategi “Menjadi Kaya Sambil Tidur”.

The Primary Trader akan sangat aktif dalam fase selain Public Participant. Aktif disini adalah untuk melakukan analisis dan memperhatikan kondisi portofolio. Tidak ada gunanya atau sudah telat apabila kita baru beraksi dalam fase Public Participant. Pada saat fase Accumulation dan Distribution, kita harus aktif melakukan analisis dan pembentukan portofolio. Pada saat fase Excess atau Despair, kita harus aktif melakukan Rebalancing Portfolio.

Do Nothing atau Wait Patiently sangat diperlukan pada saat fase Public Participation.


The Primary Trader membahas mengenai 3 poin lanjutan dan salah satunya adalah poin terpenting dari Dow Theory dan wajib menjadi Habit bagi Analisis Teknikal. Cek di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s