DOW THEORY – TEORI DASAR TERPENTING MENURUT THE PRIMARY TRADER (3)

Artikel edukasi ini adalah bagian ketiga. Lihat bagian pertama di sini dan bagian kedua di sini.

Masih ada 3 poin Dow Theory yang relatif jarang digunakan namun menurut The Primary Trader juga merupakan hal penting.

Line indicates movement

Dow ingin mengatakan bahwa setiap pergerakan harga saham memiliki arti penting dalam analisis bagi itu pergerakan ke atas, ke bawah maupun mendatar. Untuk pergerakan mendatar ini biasa disebut Sideways, Flat atau Trend-less. Yang terpenting adalah walaupun harga tidak berubah dari hari – hari sebelumnya namun pergerakan tersebut tetap perlu diperhatikan dan dianalisis karena dapat menjadi petunjuk untuk memperkirakan pergerakan berikutnya.

Pada dasarnya, The Primary Trader melihat Sideways sebagai pola Continuation. Cukup jarang Sideways menjadi pola Reversal. Dengan demikian, setiap menemukan pergerakan Sideways atau Flat, The Primary Trader langsung menganggap tren sebelumnya masih akan berlanjut.

Sideways dapat juga dianggap sebagai “temporary pause” dari pergerakan sebelumnya. Anggaplah suatu berita bagus telah tersebar sehingga Investor berbondong – bondong membelinya (Panic Buying) sebelum menganalisis berita tersebut. Pada suatu waktu, Investor merasa perlu Cooling Down dan benar – benar menganalisis berita tersebut, dampaknya terhadap emiten dan apakah valuasi masih wajar atau tidak. Kondisi Cooling Down inilah yang biasanya membentuk pergerakan Sideways yang The Primary Trader perkirakan sebagai bagian dari pola Continuation.

Price Action determine the trend

Poin ini menekankan bahwa Analisis Teknikal harus menggunakan metode Analisis Teknikal (Price Action) untuk menentukan kondisi yang diamati oleh Analisis Teknikal (Trend). Hal ini karena seringkali Trend adalah suatu “akibat” oleh suatu “sebab” yang berasal dari ilmu Makro Ekonomi maupun ilmu Analisis Fundamental. Mungkin benar bahwa suatu Uptrend disebabkan oleh siklus ekonomi ekspansif atau ketika harga saham sudah sangat murah. Namun seorang Analisis Teknikal sebaiknya tidak menyebutkan alasan – alasan tersebut untuk mengatakan pasar saham sedang Uptrend atau Downtrend.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam ilmu dasar Analisis Teknikal mengenai Trend, untuk dapat mengatakan harga aset sedang dalam Uptrend maka harus ada kondisi “Higher High – Higher Low“. Untuk dapat mengatakan harga aset sedang dalam Downtrend maka harus ada kondisi “Lower High – Lower Low“.

Analis Teknikal sudah harus percaya bahwa ketika terjadi kondisi (katakanlah) Lower High – Lower Low maka Investor memperkirakan akan ada kondisi yang buruk pada aset tersebut. Dengan demikian, harga aset tersebut akan bergerak Downtrend.

Only closing price is used

Hal ini juga memperjelas bahwa objek studi dari Analisis Teknikal adalah harga aset. Oleh karena itu, penggunaan objek selain harga oleh Analis Teknikal dapat diperdebatkan. Namun tentu suatu ilmu terlebih lagi pengguna ilmu tersebut juga harus tetap terbuka menerima perkembangan zaman.

The Primary Trader merasa cukup terbuka sehingga poin ini dapat dikembangkan menjadi tidak hanya Closing Price saja yang digunakan tapi juga Open Price, Low Price, High Price serta Volume (jumlah lembar), Value (nilai transaksi dalam mata uang tertentu) hingga Open Interest (total kontrak berjangka yang tidak diselesaikan).

Namun tetap objek harga terpenting dalam Analisis Teknikal adalah Closing Price.


Demikian pembahasan Dow Theory dari The Primary Trader. Nantikan edukasi selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s