Unpub : Harga Minyak Dunia Mungkin Tidak Akan Kembali Tinggi Lagi

The Primary Trader melihat Brent mulai berpotensi membentuk Bottoming. Brent masih harus naik atau setidaknya bertahan di atas USD15 – USD20 per barel dalam 1-2 bulan ke depan. Brent juga masih harus Breakout USD35 untuk mengawali kenaikan (yang mungkin sebagai Uptrend) menuju setidaknya USD55.

Selama ini harga Brent relatif lebih tinggi USD8 per barel dari WTI. Namun karena adanya spekulasi yang tinggi dari WTI dan tiba – tiba ada keterbatasan Storage, tidak ada pembeli Oil yang ingin mengeksekusi kontrak sehingga terjadilah harga minus pada kontrak WTI – yang membuat selisih harga Brent dengan WTI melonjak mencapai USD26 per barel (hampir 3x lipat dari biasanya).

The Primary Trader melihat harga minyak yang terus rendah akan menjadi pukulan terhadap banyak negara. Di harga USD20, negara seperti US, Rusia dan Indonesia mungkin hanya cukup untuk Break Even Point. Arab Saudi, Irak dan Iran mungkin masih menikmati keuntungan kotor (Gross Profit).

Live Chart here

Namun bagi suatu negara, Gross Profit tidaklah cukup karena untuk negara yang mengandalkan ekspor Oil sebagai pendapatan maka harga Oil harus jauh di atas Production Cost.

Contoh kasus, untuk Arab Saudi, dalam rangka menjaga Fiskal-nya maka harga Oil harus di atas USD83 per barel. Tentu sebagai negara yang berpengaruh dalam industri minyak dunia, Arab Saudi harus melakukan sesuatu.

The Primary Trader membaca estimasi BNP Paribas bahwa Oil mungkin tidak akan kembali di level normal (let say USD50, USD80 atau bahkan USD100 lagi).

Salah satu alasannya adalah bahwa kemajuan teknologi seperti Tenaga Matahari dan Baterei Listrik sudah semakin murah. Hal ini tentu semakin mendorong peralihan dari tenaga fosil (Oil).

Efisiensi mobil berbahan bakar fosil pun cukup baik sehingga puncak permintaan minyak di AS itu adalah tahun 2005. Meski ada penambahan masyarakat dan mobilitas di tahun 2019, permintaan minyak masih lebih rendah dari tahun 2005. Ke depan, mobil listrik yang lebih efisien (Tesla dan produsen lainnya) akan semakin mengurangi permintaan minyak.

Permintaan lain yang sangat mungkin berkurang adalah penerbangan. Memang industri pariwisata akan tetap mendorong permintaan minyak untuk penerbangan. Namun Business Meeting yang sebelumnya harus dilakukan dengan penerbangan antar kota, antar provinsi, antar negara sampai antar benua, saat ini sudah nyaman dilakukan dengan Online Meeting seperti menggunakan Zoom.

Zoom Meeting - Everything You Need to Know in 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s