How Emergency Brakes Work - All Tech Automotive

9 September 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB Total pada 14 September 2020. Hal ini membatalkan PSBB Transisi dan kembali mengulang PSBB seperti pada 10 April – 4 Juni 2020. Kebijakan Emergency Brake diambil karena laju pertumbuhan kasus aktif di Jakarta kembali meningkat selama PSBB Transisi dari awal Juni 2020. Kasus aktif terbukti melanda ketika dilakukan PSBB (selama April – Juni 2020).

Pada perdagangan 10 September 2020, IHSG langsung mencatat penurunan dalam dan di sesi 1, IHSG pun mengalami Emergency Break atau Trading Halt karena mengalami penurunan sebesar -5%. Penurunan tersebut terus terjadi sehingga di akhir sesi, IHSG tetap mencatat penurunan -5%.

Perlemahan IHSG sebenarnya sudah mulai terjadi pada dari akhir Agustus 2020 setelah IHSG gagal Breakout Resistance di 5,400an yang merupakan Resistance dari Fibonacci Retracement di level 61.8% (ditarik dari mid Januari 2020 – akhir Maret 2020). The Primary Trader melihat Resistance ini cukup penting (dan terbukti kuat) sehingga gagalnya IHSG untuk Breakout level tersebut mengindikasikan perlemahan dari kekuatan Uptrend sejak akhir Maret 2020. Meski tidak berharap adanya PSBB, tampaknya berita tersebut menjadi katalis penurunannya.

Berpotensi Sebagai Bagian Dari Bullish Reversal

Meskipun secara YTD IHSG masih mencatat negatif return yaitu sebesar IHSG sebenarnya -22.3% (thanks to penurunan -5% pada 10 September 2020), IHSG sendiri masih mencatat positive return sebesar 24% dari sejak akhir Maret 2020. Pada puncaknya di akhir Agustus 2020 lalu, IHSG bahkan sempat mencatat positive return sebesar 36% (sementara penurunan IHSG dari awal tahun 2020 sampai Bottom di 2020 adalah sebesar -37%). Artinya IHSG sendiri telah membalikkan kerugian yang terjadi akibat penurunan di awal pandemi global. Cukup lucu apabila melihat IHSG yang mulai naik justru di masa awal PSBB Total DKI Jakarta (awal April 2020).

Secara jangka panjang, dari sejak awal tahun 2018, IHSG masih berada dalam Downtrend (jangka panjang). IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar -39% apabila dihitung dari All Time High (di tahun 2018 tersebut) sampai Bottom 2020.

IHSG gagal menguji Resistance kuat di area 5,400 – 5,550 yang terbukti menjadi level kritis sejak tahun 2015. Beberapa kali level tersebut menjadi Resistance kuat di 2H16 dan Support kuat di Mid 2018. The Primary Trader melihat cukup wajar apabila di tahun ini IHSG tidak mampu Breakout area Resistance tersebut dalam satu kali percobaan.

Karena Resistance tersebut cukup kuat dan mengingat IHSG kemungkinan sedang ingin membalikkan Downtrend Jangka Panjang yang telah terjadi sejak tahun 2018 maka The Primary Trader melihat diperlukan penurunan sebagai bagian dari persiapan untuk IHSG kembali menguji Resistance 5,400 – 5,550. Apabila kali ini IHSG ‘ingin’ berhasil maka The Primary Trader ingin melihat adanya pola Bullish Reversal yang kuat mengingat IHSG harus membalikkan Downtrend Jangka Panjang yang telah terjadi selama setidaknya 28 bulan (!).

Salah satu pola Bullish Reversal yang The Primary Trader sukai adalah Double Bottom. Namun bila IHSG sedang membentuk Double Bottom maka IHSG masih terancam turun sebesar -18% dari level saat ini (menuju level 4,000an). The Primary Trader percaya PSBB Total yang kedua kali ini memberikan dampak negatif yang relatif kecil dibanding PSBB Total yang pertama. Hal ini karena Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan (terutama) pelaku bisnis sudah lebih siap. Selain itu, masyarakat pun sudah mulai terbiasa tetap Spending secara Online yang tentu menolong untuk melakukan konsumsi (bahkan membeli mobil dan rumah secara online).

Salah satu harapan adalah IHSG masih turun -10% menuju Support di 4,400. Meski hanya turun -10% lagi, namun The Primary Trader melihat pola Bullish Reversal IHSG akan kurang kuat bila IHSG mencatat 2nd Bottom di 4,400an. Akan tetap, hal ini pernah terjadi (setidaknya) dua kali di tahun 2013 dan 2015. Kondisi Makro maupun Analisis Teknikal pada tahun tersebut memang tidak sama seperti tahun 2020 ini. Namun setidaknya hal ini memberikan harapan agar IHSG tidak turun lagi mendekati level 4,000.

Dimanapun Bottom kedua IHSG, The Primary Trader berharap Pandemi Covid-19 segera berlalu dan Vaksin dapat segera diberikan kepada masyarakat luas. Semoga.