Harga CPO Malaysia masih terindikasi berpotensi mempertahankan Uptrend untuk menguji kembali Resistance di MYR3,200. Penurunan saat ini terindikasi sebagai Technical Correction, tentu dengan asumsi akan tetap bertahan di atas MYR2,850.

CPO Malaysia seharusnya masih berpotensi kembali menguji Resistance kuat dari 3 tahun terakhir yaitu di MYR3,200. The Primary Trader melihat di tahun 2020, ada kesempatan CPO Malaysia berpotensi Breakout Resistance jangka panjang tersebut sehingga benar – benar mengawali Primary Uptrend.

Salah satu katalis yang penting bagi CPO adalah keseriusan Indonesia untuk menggunakan CPO produksi domesti menjadi Biodiesel. Saat ini Indonesia sudah menerapkan B30 yaitu kandungan 30% CPO. Namun ada rencana yang sudah mulai terbukti untuk melanjutkannya menjadi B50 sampai B100. Mungkin akan sulit untuk sampai B100 tapi The Primary Trader melihat kemungkinan Biodiesel akan menjadi B50. Pemerintahpun tampaknya setuju.

Dengan kondisi global, The Primary Trader tidak yakin harga CPO dapat kembali naik menuju MYR4,000 namun The Primary Trader cukup yakin ada kemungkinan besar untuk sampai ke level MYR3,500an.

Setidaknya ada tiga kemungkinan katalis kenaikan CPO Malaysia dalam 6 bulan ke depan yaitu permintaan China (paska Recovery dari Pandemi Covid-19), festival Diwali di India serta ancaman La Nina. Karena kebijakan Lockdown di banyak negara, impor menjadi rendah sekali termasuk minyak konsumsi (Vegetable Oil). Oleh karena itu, The Primary Trader meyakini hal ini akan menjadi katalis kenaikan harga CPO Malaysia atau setidaknya mencegah harga CPO Malaysia kembali turun drastis.

Saham CPO Pilihan The Primary Trader

Ada dua saham yang The Primary Trader lihat sedang bersiap untuk mengakhiri Primary Downtrend-nya yaitu TBLA dan DSNG.

The Primary Trader melihat TBLA diuntungkan dari sektor CPO dan Gula. Dua bisnis ini seharusnya menjadi katalis positif bagi TBLA karena selain memiliki kebun sawit dan tebu, TBLA juga mampu mengolah komoditas tersebut. Selain itu, TBLA juga merupakan pemasok B30 dan importir gula.

Hal yang membuat The Primary Trader menyukai TBLA adalah fakta bahwa TBLA sedang Breakout Down Trendline di Rp800 yang juga merupakan area Resistance jangka panjang. Dengan potensi Breakout maka TBLA berpeluang mengawali Primary Uptrend menuju Rp1,300.

DSNG adalah salah satu emiten CPO yang masih relatif kecil tapi kurang lebih sama seperti TBLA. Sebagai salah satu emiten muda, The Primary Trader melihat mulai banyak minat dan partisipasi Investor sehingga ada potensi sentimen terhadap DSNG mulai positif.

Meskipun masih muda namun pohon sawit DSNG yang memasuki Prime Mature akan terus bertambah dalam 3 tahun ke depan. Hal ini membuat DSNG berpotensi menjadi emiten CPO yang menarik.

The Primary Trader melihat DSNG sedang menguji Resistance penting di Rp500 yang menahan DSNG sejak tahun 2018. DSNG sendiri mulai berhasil Breakout Primary Downtrend di Rp450an sehingga peluang Breakout Rp500 terlihat membesar. Setelah Breakout Rp500, DSNG berpotensi mengawali Primary Uptrend menuju Rp700.