The Primary Trader tidak terlalu yakin IHSG masih dapat turun menuju 4,400 namun bila melihat kondisi global maupun domestik, ada kemungkinan IHSG turun dan Breakdown Support 4,800 untuk menuju 4,400. Meski kurang kuat untuk membentuk pola Bullish Reversal, setidaknya The Primary Trader yakin, dengan kondisi saat ini, rasanya sudah sulit untuk turun menuju 4,000 (terlebih lagi menuju 3,900).

Meski demikian, The Primary Trader masih percaya ada harapan IHSG tidak turun di bawah 4,800 atau setidaknya turun mendekati 4,400 namun tidak Breakdown 4,400 tersebut. Dengan demikian, IHSG hanya turun sebesar -10% dari sejak PSBB ke-2 DKI Jakarta diumumkan. Tentunya penurunan mendekati 4,400 tersebut adalah sebagai 2nd Leg untuk menyempurkan pola Bullish Reversal IHSG seperti yang telah The Primary Trader tulis sebelumnya.

Market Breadth IHSG

Dari saham – saham IDX80, The Primary Trader mencatat ada 69 saham bergerak dalam kondisi Trading Value yang lebih kecil dari biasanya. Pergerakan harga tanpa Trading Value dapat dikatakan kurang valid. Investor / Trader dapat melihat ini sebagai bukti bahwa tidak banyak Minat atau Aktifitas sehingga pergerakan naik atau turun bukan berarti merupakan bagian dari Trend. Meski demikian, perlu diingat bahwa penurunan harga dapat terus terjadi tanpa Trading Value atau Volume (Falling On Its Own Weight).

Sementara dari sisi Stochastic Oscillator, 50 saham IDX80 mencatat kondisi Oversold dimana berarti penurunan dari saham tersebut berpotensi mulai terbatas (karena Jenuh Jual atau Minat Jual sudah terbatas). Akan tetapi, dalam kondisi Downtrend yang kuat maka akan sangat mudah ditemukan saham dengan kondisi Oversold tersebut (seperti pada kondisi di Februari 2020 – Maret 2020). Satu hal yang mungkin positif adalah mulai ada peningkatan saham – saham yang mencatat sinyal Alert Buy.

The Primary Trader sempat optimis mengingat di pertengahan September 2020, lebih dari 50% saham IDX80 yang mencatat 5D Return yang positif. Melihat historis 2 bulan terakhir, bila lebih dari 50% saham IDX80 mencatat 5D Return positif maka ada potensi IHSG naik 2-4 minggu ke depan. Akan tetap, tidak lama kemudian, justru lebih dari 50% saham IDX80 yang mencatat 5D Return yang negatif ^.^

Simple Traditional Indicators

Kembali menggunakan indikator tradisional pada IHSG, The Primary Trader ingin mencatat 2 ancaman pada IHSG (berdasarkan Ichimoku Kinko Hyo) yaitu adanya Red Cloud (yang telah muncul 2 minggu lalu) serta Breakdown Green Cloud (sejak 3 hari lalu). Dua hal ini mengindikasikan ancaman Downtrend namun terlihat ada Support kuat di 4,400 yang berasa dari Kumo-nya Ichimoku.

Ancaman kedua adalah adanya potensi Death Cross antara MA20 dengan MA60. Menggunakan MA60 Direction, ada potensi MA60 dalam waktu dekat akan bergerak ke bawah (turun) sehingga semakin memperjelas ancaman potensi penurunan IHSG yang mungkin dalam bentuk Downtrend (setidaknya Intermediate Downtrend atau Downtrend Jangka Menengah).

Harapan Pada IHSG

The Primary Trader melihat salah satu harapan IHSG terlihat pada kondisi Under-owned Asing. Bila tidak ada lagi Investor Asing yang mau jual, apakah Investor Domestik (katakanlah BPJS Ketenagakerjaan, Taspen atau Mandiri Manajemen Investasi) mau jual investasi sahamnya? Rasanya tidak.

Secara sentimen, The Primary Trader berhadap pada dua hal : Vaksin dan Omnibus Law. Semoga.