3 Interesting Charts

The Primary Trader melihat 3 saham dengan grafik yang menarik. Tentunya hal ini berarti ketiga saham tersebut berpotensi Uptrend meski The Primary Trader tidak menyukai semuanya.

BULL : Ascending Triangle

The Primary Trader melihat adanya pola Ascending Triangle yang terbentuk sejak Juli 2020. Terlepas dari BULL yang rawan digoreng karena Market Cap yang kecil, The Primary Trader melihat pola ini mengindikasikan masih ada potensi kenaikan sebesar 25% lagi setelah BULL Breakout Rp360 (menuju Rp450).

Potensi BULL Breakout Rp360 tentu cukup besar melihat kenaikan Lower Low dari sejak Agustus 2020. Volume tentu tidak perlu dikhawatirkan karena jelas naik (terutama sejak April 2020).

The Primary Trader tidak menyukai BULL karena Market Cap yang relatif kecil, berada di bisnis Oil&Gas yang rasanya sudah tidak cerah masa depannya serta sangat tergantung dengan klien tunggal (Pertamina). Meski demikian, chart dari BULL layak masuk ke dalam posting ini.

JSMR : Breakout Down Trendline

JSMR telah Breakout Resistance Area di Rp3,800 – Rp4,000 yang juga adalah Resistance dari Down Trendline sejak Juli 2019. Dengan demikian, ada potensi JSMR berada dalam Uptrend. Melihat kondisi Up Trendline minor dari sejak Maret 2020, target kenaikan terdekat JSMR adalah Rp4,600. Meski demikian, Up Trendline tersebut tetap menunjukkan fakta JSMR sedang Uptrend sehingga tentu terbuka peluang menuju Rp6,000 yang merupakan Down Trendline jangka panjang JSMR (dari sejak 2015).

The Primary Trader pun ingin mencatat bahwa Resistance Area di Rp3,900 – Rp4,000 cukup penting karena merupakan level penting di tahun 2010 – 2011 serta menjadi Support di tahun 2016 dan 2018. Bila level ini berhasil di-Breakout, tentu ada bibit Uptrend untuk jangka panjang.

HOKI : Long-Term Bullish Continuation

Sejak Juli 2018, HOKI terlihat bergerak Sideways di rentang Rp580 – Rp1,000. The Primary Trader melihat adanya bentuk Double Bottom namun tentu seorang Analis Teknikal yang memiliki ilmu dasar tidak dapat menyebutkan hal tersebut (karena Double Bottom adalah Bullish Reversal Pattern yang berarti harus di dahului dengan Downtrend).

Bullish Continuation Pattern – apapun namanya – terlihat terbentuk pada HOKI sejak Juli 2018 tersebut sehingga kenaikan dari sejak awal tahun 2018 masih berpotensi berlanjut. The Primary Trader perkirakan HOKI segera menguji Resistance di Rp1,000. Volume masih terlihat rendah sehingga mungkin akan sulit Breakout Rp1,000 (terlebih lagi Resistance ini cukup kuat karena terbukti menahan kenaikan HOKI sebanyak 3 kali sejak Juli 2018). Bila ternyata HOKI berhasil Breakout Rp1,000, ada peluang kenaikan menuju Rp1,400.

Author: MM Dandytra

Professional Tactical Asset Allocator, Internationally Awarded Technical Analyst, Private Investor / Trader, Amateur Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s