EDA : January Effect Pada IHSG

January Effect adalah salah satu fenomena Seasonal dimana pasar saham cenderung naik. Pada S&P500 dari tahun 1928 – 2018, January Effect tercatat terjadi 56 kali (dari 91 kali bulan Januari). Bagaimana fenomena January Effect pada IHSG ? The Primary Trader ingin menjawabnya menggunakan model EDA atau Explanatory Data Analysis menggunakan R.

Berikut adalah distribusi frekuensi Return IHSG di bulan Januari :

Sekilas terlihat ada kecenderungan IHSG mencatat Return (akhir bulan Desember ke akhir bulan Januari) yang positif di bulan Januari. Apabila distribusi tersebut di filter sehingga hanya mencatat IHSG pada saat January Effect saja (Return di Januari > 0%) maka distribusi adalah sebagai berikut :

Return IHSG di atas 0% pada bulan Januari dari 1995 – 2020 adalah sebanyak 17 kali. Dengan demikian, dari 26 kali perdagangan IHSG di bulan Januari, terjadi 17 kali January Effect atau sebanyak 65.3%.

Rata – rata Return IHSG di bulan Januari adalah sebesar 0.24% dengan standar deviasi sebesar 1.08%. Deviasi yang cukup lebar ini menandakan volatilitas yang tinggi juga pada bulan Januari. Median Return IHSG di bulan Januari secara umum ada di angka 0.267%.

Apabila dilihat Return IHSG pada January Effect maka Mean Return ada di angka 0.83% dengan standar deviasi 0.69%. Standar deviasi lebih kecil karena nilai Return-nya tidak ada yang negatif (January Effect only). Median Return pada January Effect dari sejak 1995 adalah sebesar 0.6%.

Dengan porsi terjadinya January Effect sebesar 65.3%, Mean sebesar 0.8% dan Median sebesar 0.6%, The Primary Trader meyakini peluang terjadinya January Effect di tahun 2021 cukup besar.

Ada Pengaruh dari Bulan Desember ?

The Primary Trader ingin mencoba melihat apakah pergerakan di Januari dipengaruhi oleh pergerakan di Desember sebelumnya. Menggunakan korelasi antara pergerakan Januari (dari Januari 1995) dengan Desember (dari Desember 1994) diperoleh angka 0.412%. Berikut adalah Scatterplot Return IHSG antara bulan Desember dengan Januari :

Angka korelasi sebesar 0.41% adalah relatif kecil dan dari grafik pun terlihat tidak ada pengaruh yang kuat antara Return bulan Desember dan Januari. Dengan demikian, meskipun IHSG naik sebesar 6.53% di Desember 2020, karena tidak ada korelasi kuat, IHSG tidak berarti akan mencatat January Effect di Januari 2021.

Author: MM Dandytra

Professional Tactical Asset Allocator, Internationally Awarded Technical Analyst, Private Investor / Trader, Amateur Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s