Trend&Pattern 210128 : Sulit Breakout Resistance Highest 2020

Dari awal dibuka pada 21 Januari 2021 sampai saat ini, IHSG telah turun sebesar 5.6% selama 5 hari perdagangan. Sekilas, rata – rata IHSG turun setiap harinya adalah sebesar 1.1% – sebuah angka penurunan yang besar. Pertanyaan kemudian muncul, apakah IHSG masih memiliki potensi Uptrend dan Bullish di tahun 2021?

The Primary Trader ingin mencoba menjawab potensi Uptrend IHSG sepanjang tahun 2021 menggunakan Analisis Teknikal. Meski demikian, sebagai Spoiler yang sudah jelas, pertanyaan yang tepatnya adalah apakah Pandemi Covid-19 dapat berakhir di tahun 2021?

IHSG Sulit Breakout Resistance Highest 2020

Di awal Januari 2021 ini, IHSG terlihat sedang Breakout Resistance dari Highest di tahun 2020 – level yang terjadi karena optimisme Trade Deal AS – China dan seminggu sebelum Wuhan Lockdown yaitu di level 6,348. Ternyata level tersebut relatif sulit untuk di-Breakout. Menurut The Primary Trader, secara sentimen memang level tersebut sulit dilewati karena penyebab level 6,348 menjadi Highest di tahun 2020 masih ada yaitu Covid-19.

Dengan demikian, pertanyaan berikutnya adalah ke level berapa IHSG apabila IHSG masih sulit Breakout 6,348. Saat ini menurut The Primary Trader, Investor sedang menunggu beberapa hal baik selain terkendalinya Covid-19 antara lain :

  • Masuknya Investor Asing berbondong – bondong ke dalam pasar modal Indonesia ataupun dalam bentuk FDI
  • Peraturan Pemerintah terkait UU Omnibus Law yang positif dan sesuai ekspektasi pasar dimana akan dirilis pada Februari 2021
  • Laporan keuangan emiten 4Q20 dan 1Q21

Sebelum sentimen positif yang signifikan tersebut muncul, The Primary Trader perkirakan IHSG dapat terus melemah mendekati ~5,500 (Resistance penting di pertengahan tahun 2020) yang menjadi penentu awal Uptrend jangka panjang. Support terdekat IHSG saat ini yang cukup kuat menurut The Primary Trader ada di 5,800an. Walaupun mungkin turun dalam, perlu diingat bahwa selama tidak turun di bawah level 5,500, IHSG masih memiliki potensi Uptrend jangka panjang dan tentu hal tersebut yang paling penting saat ini.

Indicator Analysis Pada IHSG

Analisis menggunakan 3 Moving Average yaitu MA20, MA60 dan MA200 serta menggunakan modifikasi indikator yaitu MA Direction (arah MA), saat ini belum ada Moving Average yang sedang mengarah ke bawah. Fakta IHSG berada di bawah MA20 memang menunjukkan Bearish namun tentu dapat dikatakan Downtrend jangka pendek karena IHSG masih di atas MA60 dan MA200. Apabila dilihat MA60 Direction dan MA200 Direction yang masih di atas 0 (termasuk MA20 Direction), Uptrend jangka panjang IHSG masih cukup valid.

Menggunakan angka sentimen Investor yaitu 52 Week, saat ini IHSG sedang menguji Support dari Mid Level antara Highest – Lowest IHSG dalam 52 Week terakhir di 5,950an. Meski pun turun dalam, sepanjang awal Januari 2021 lalu, IHSG beberapa kali membentuk New Highest 52 Week – hal ini menunjukkan sentimen yang positif dari Investor.

Sector dan Saham Pilihan

Meskipun strategi terbaik pada saat IHSG berpotensi turun namun dengan menggunakan Analisis Teknikal, ada beberapa ide sektor dan saham pilihan. Menggunakan grafik Trend and Momentum in Sectors, sektor Paper dan Tower layak diperhatikan karena berada di atas 50 yang artinya Uptrend sementara Stochastic Oscillator -nya berada di area netral. Walaupun Uptrend, sektor Healthcare patut diwaspadai karena dalam kondisi Overbought.

Walaupun dalam kondisi Downtrend (Trend Meter atau %B berada di bawah 50), sektor seperti Retail, CPO, Oil&Gas, Toll, Construction, Industrial Area dan Telecom dapat diperhatikan dengan seksama. Alasan utamanya adalah sektor – sektor tersebut mencatat kondisi Stochastic Oscillator yang masih netral.

Pilihan terbaik memang adalah saat Stochastic Oscillator dalam kondisi Oversold. Namun apabila dalam kondisi Downtrend (seperti sektor Textile, Coal, Cigarettes dan Multifinance), The Primary Trader kurang menyukainya.

The Primary Trader memilih saham INKP dari sektor Paper dan TBIG dari sektor Tower.

INKP : Masih dalam Uptrend

INKP telah berada dalam Uptrend sejak akhir November 2020 dimana Middle Band jelas mengarah ke atas. Saat ini IHSG sedang mendekati Middle Band yang masih mengarah ke atas dan Stochastic Oscillator sedang berada di area Overbought.

Pergerakan saham INKP yang relatif Flat mengindikasikan potensi Bullish Continuation – yang berarti masih ada peluang INKP melanjutkan Uptrend. Untuk jangka pendek, Resistance ada di Rp14,000an.

TBIG : Strategi “Highlander”

Salah satu strategi yang The Primary Trader kenal adalah Highlander yang berarti “bermain” pada saham – saham yang sedang bergerak naik tinggi. Akan tetap tentu dengan tetap berhati – hati. TBIG adalah salah satu saham yang masih melanjutkan kenaikan di Januari 2021 dan jauh dari peers-nya yaitu TOWR.

TBIG berada di kisaran Upper Band yang berarti cenderung Overshoot (di atas Upper Band). Namun kecenderungannya adalah apabila suatu saham berada di dekat Upper Band atau bahkan sering Overshoot maka saham tersebut berada dalam Uptrend yang kuat. Tentu hal ini adalah salah satu pilihan terbaik untuk Trading jangka pendek.

Saat ini Stochastic Oscillator mulai berpeluang Crossover dan menandakan sinyal Buy. Kenaikan TBIG dalam jangka pendek berpotensi kembali menyentuh Rp2,400. The Primary Trader tidak selalu menyenangi strategi Highlander dan akan mempertimbangkan ulang Trading TBIG.

Author: MM Dandytra

Professional Tactical Asset Allocator, Internationally Awarded Technical Analyst, Private Investor / Trader, Amateur Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s