Pentingnya Trading System Dan Trading System Ala The Primary Trader

Sebagai seorang profesional yang pernah memberikan analisis dan nasihat investasi serta saat ini melakukan investasi atas nama perusahaan, The Primary Trader sangat bergantung dengan indikator Stochastic Oscillator dan Bollinger Band. Dalam hal memberikan Stock Picks kepada nasabah ritel yang baru mulai berinvestasi maupun nasabah institusi yang mengelola dana triliunan Rupiah sampai memberikan usulan investasi kepada Komite Investasi di perusahaan tempat The Primary Trader bekerja, lagi – lagi Stochastic Oscillator dan Bollinger Band memiliki porsi terbesar dalam prosesnya.

Stochastic Oscillator dan Bollinger Band adalah indikator yang sangat baik bagi pengguna yang memahaminya. Namun tentu kedua indikator tersebut bukanlah indikator yang sempurna dan ada kekurangannya. Stochastic Oscillator sering memberikan sinyal palsu ketika Market sedang Strong Trend sementara Bollinger Band sering telah memberikan sinyal Buy atau Sell. Pada akhirnya tidak ada indikator yang sempurna.

The Primary Trader ingin kembali meyakinkan bahwa semua indikator Analisis Teknikal adalah sebuah Tools. Seperti sebuah alat pada umumnya, kemampuan pengguna menjadi hal yang paling utama. Oleh karena itu, The Primary Trader menerima kekurangan Stochastic Oscillator dan Bollinger Band dan mencoba memahami karakteristik kedua indikator tersebut.

Backtest Your Trading System

Untuk meyakinkan bahwa indikator yang kita gunakan tersebut dapat memberikan keuntungan, salah satu caranya adalah dengan mengujinya menggunakan data historis atau Backtesting. The Primary Trader menggunakan Stochasti Oscillator dengan parameter 5 period dan 2 smoothing period. Sinyal Buy muncul ketika %K berpotongan dengan %D dari bawah ke atas (Bullish Crossover) sementara Sinyal Sell muncul ketika %K berpotongan dengan %D dari atas ke bawah (Bearish Crossover).

Bila digunakan pada IHSG sejak awal (1994) maka berikut hasil Backtest-nya :

Dari sejak bulan Juli 1994 sampai Februari 2021 lalu, total ada 1,300 transaksi dengan rata – rata Holding Period selama 3-4 hari bursa. Dari 1,300an transaksi tersebut, 620 transaksi mencatat Capital Gain sementara 687 transaksi mencatat Capital Loss. Rata – rata Capital Gain adalah sebesar 2.3% sementara rata – rata Capital Loss adalah sebesar -1%. Semua transaksi adalah Long Only tanpa Short Sell. Namun perlu dicatat bahwa transaksi tersebut dianggap tanpa Fee.

Berikut adalah Backtesting yang sama dengan Fee sebesar 0.19% :

Pada akhirnya, total Profit berkurang drastis dari 70,570% menjadi hanya 392%. Transaksi dengan Capital Gain berkurang dari 620 transaksi menjadi 521 transaksi karena setelah dikurangi Fee maka transaksi tersebut mencatat Capital Loss. Begitupun Capital Loss yang bertambah dari 687 transaksi menjadi 786 transaksi.

The Primary Trader pun tidak menyukai Holding Period yang relatif terlalu singkat yaitu 3-4 hari bursa. Untuk itu, tidak semua sinyal Buy dari Bullish Crossover Stochastic Oscillator perlu diikuti. Salah satu cara untuk mengurangi sinyal Buy adalah dengan melakukan Filtering. Inilah kenapa The Primary Trader menggunakan Bollinger Band. Sebagai catatan, Bollinger Band terdiri dari tiga garis dimana salah satunya adalah Middle Band yang tidak lain adalah Moving Average periode 20.

The Primary Trader hanya akan melakukan Buy apabila muncul sinyal Buy dari Stochastic Oscillator dan IHSG berada di atas Moving Average 20 tersebut. The Primary Trader akan menjual apabila ada sinyal Sell atau bila IHSG turun di bawah MA20. Berikut adalah hasil Backtesting-nya :

Menggunakan prinsip Filtering, terlihat Total Return dengan Filtering (73.6%) lebih buruk daripada tanpa Filtering (392%). Namun perlu diperhatikan lebih seksama lagi dalam menilai apakah lebih baik tanpa Filtering atau dengan Filtering. Berikut adalah perbandingannya :

Tanpa Filtering

Dengan Filtering

Backtesting dengan Filtering mencatat (baca : mengharuskan) 781 transaksi sementara tanpa Filtering berarti kita harus melakukan transaksi sebanyak 1,307 transaksi. Trading System dengan Filtering hanya mencatat Capital Gain sebesar 1.84% namun Trading System tanpa Filtering mencatat rata – rata Capital Gain sebesar 2.32%. Namun yang kembali menjadi masalah adalah rata – rata jumlah Capital Loss pada Trading System tanpa Filtering adalah sebesar -1,263 (USD) sementara rata – rata Capital Loss dengan Filtering adalah sebesar -404 (USD).

Sesuaikan Dengan Diri Kita

Bagi Trader yang sangat aktif tentu lebih tertarik dengan Trading System tanpa Filtering karena mencatat Total Return yang lebih banyak dan jumlah transaksi yang lebih sering. Namun The Primary Trader merasa tidak cocok dengan Very Short Term dan Active Trading tersebut. Oleh karena itu, The Primary Trader lebih menyukai Trading System dengan Filtering yang sesuai.

Dengan sedikit perubahan, berikut adalah Trading System dengan Filtering ala The Primary Trader :

Meskipun total Return relatif sama dengan Trading System ber-Filter yaitu sebesar 73%an namun Risk Adjusted Return-nya (12.2%) jauh lebih baik dari Trading System ber-Filter (8%) bahkan menyamai Trading System tanpa Filter yang super aktif (12.3%). Trading System The Primary Trader hanya perlu bertransaksi 451 kali namun rata – rata Capital Gain dengan Capital Loss-nya (Avg. Profit / Loss %) hampir sama seperti Trading System tanpa Filter yaitu sebesar 0.15% vs 0.16% (Trading System ber-Filter : 0.09%).

The Primary Trader lebih memilih transaksi yang terbaik dalam kondisi yang baik tanpa perlu meningkatkan Risiko yang tidak perlu. Salah satu ilmu yang masih The Primary Trader ingat adalah :

The goal of a successful trader is to make the best trades. Money is secondary.

Alexander Elder

Kenali Diri Kita Lalu Pilih Trading System Yang Sesuai

The Primary Trader menghabiskan banyak waktu untuk mengenali diri sendiri dan menghabiskan waktu lebih banyak lagi untuk mencari Trading System. Salah satu alasan dibuat website dan tulisan ini adalah untuk memberi inspirasi dan membantu Investor dan Trader untuk mencari Trading System tersebut. Pada akhirnya, masing – masing kita harus menginvestasikan waktu dan uang untuk mencari cara agar sukses berinvestasi di pasar modal.

Silahkan tunggu sharing edukasi dari The Primary Trader lainnya dan semoga terinspirasi.

Author: MM Dandytra

Professional Tactical Asset Allocator, Internationally Awarded Technical Analyst, Private Investor / Trader, Amateur Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s