IHSG : Seasonality Pada 2H21

Memasuki 2H21, The Primary Trader ingin melihat karakteristik IHSG pada bulan – bulan di Semester 2 tahun 2021. The Primary Trader menggunakan teknik Data Visualization yang biasa dipakai oleh Data Scientist. Untuk melihat chart yang interaktif, silahkan klik website RPubs.

Monthly Return

Berikut adalah Monthly Return IHSG dalam bentuk Boxplot :

Melihat pergerakan bulanan IHSG sepanjang masa, terlihat bahwa ada beberapa bulan di 2H21 yang sangat volatile (banyak Outliers-nya) yaitu bulan Agustus, September dan November. Ada beberapa rata – rata Monthly Return yang negatif yaitu Agustus, September dan November. Perlu dicatat bahwa pergerakan bulan Desember hampir pasti positif (mencatat Monthly Return yang positif).

The Primary Trader mencoba menggunakan grafik yang sama namun kali ini sejak Oktober 2014 atau Presidential Cycle Bapak Joko Widowo. Berikut adalah boxplot-nya :

IHSG cenderung mencatat kinerja positif secara bulanan pada Juli dan Agustus namun perlu berhati – hati di bulan September karena sejak tahun 2014, ada penurunan dalam di akhir 3Q. Meski demikian, ada tren meningkat di 4Q terutama di bulan Desember (100% peluang untung!) sehingga tampaknya strategi Buy on Weakness di setiap bulan September adalah ide baik. Apabila telat membeli, masih ada kesempatan di bulan November untuk kemudian dijual di Desember.

Berikut adalah Monthly Return IHSG di bulan September dan Desember sejak tahun 2014 :

Terlihat bahwa kecenderungan IHSG mencatat penurunan di bulan September untuk kemudian naik sampai Desember. Ada potensi Buy on Weakness di bulan November – bila telat membeli di September.

Quarterly Return

Berikut adalah data Quarterly Return IHSG atau QoQ Return menggunakan berbagai visualisasi yang sama dengan Monthly Return.

Sepanjang tahun 2014 – 2020, ada empat tahun dimana terjadi penurunan dari 2Q ke 3Q yaitu 2015, 2017, 2019 dan 2020. Sementara ada tiga tahun dimana terjadi kenaikan antara 2Q ke 3Q yaitu tahun 2014, 2016 dan 2018.

Dengan demikian, peluang IHSG turun di 3Q21 relatif lebih besar daripada potensi kenaikan IHSG. Namun perlu dilihat kembali bahwa penurunan yang terjadi di 3Q akan dikompensasi dengan kenaikan di 4Q. Sementara di tahun 2014, 2016 dan 2018 dimana ada kenaikan di 3Q justru mencatat penurunan di 4Q.

Senada dengan asumsi vaksinasi masal yang digenjot di 3Q21, ada kemungkinan hasilnya mulai terlihat di 4Q21 dimana (diharapkan) terjadi Herd Immunity dan ekonomi Indonesia mulai Re-Opening kembali. Dengan demikian, skenario IHSG turun di 3Q21 dan naik di 4Q21 menurut The Primary Trader layak dipercaya.

Semoga terinsipirasi.

Subscribe To Our Newsletter

The Primary Trader akan merangkum informasi ini (dan dari media sosial lainnya) di dalam Newsletter “The Accumulation” (setidaknya) setiap minggu.

Subscribe di sini.

Author: MM Dandytra

Professional Tactical Asset Allocator, Internationally Awarded Technical Analyst, Private Investor / Trader, Amateur Blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s