Market Dan Saham Pilihan 200928

The Primary Trader ingin membagikan template Technical Analysis yang menggabungkan sedikit Data Science sebagai inspirasi. Klik di sini untuk melihat secara keseluruhannya. Berikut adalah ringkasan untuk digunakan pada tanggal 28 September 2020.

Sektor Pilihan Berdasarkan Trend & Momentum Quadrant

The Primary Trader melihat sektor Industrial Area, Pharmacy, Tower dan Healthcare berada dalam kondisi Uptrend (dimana %BB di atas 50) sementara belum terindikasi Overbought (dilihat dari Stochastic Oscillator-nya). Berikut adalah saham – saham dari ketiga sektor tersebut yang mendapatkan sinyal Buy : MIKA, KAEF dan SSIA.

Sektor Toll (JSMR) perlu diwaspadai karena berada dalam kondisi Overbought sementara masih dalam kondisi Downtrend (%BB di bawah 50).

Meski masih dalam Downtrend namun kondisi Oversold dari sektor Telecom, Precast, CPO, Residential, Media dan Cigarettes mulai dapat diperhatikan karena kemungkinan besar ancaman penurunan sudah mulai terbatas. The Primary Trader menyukai sektor CPO (baca tulisan di sini). Sektor Media dan Telecom (yang disebut sebagai sektor di Indonesia yang dapat dianggap sebagai New Economy) pun seharusnya mulai menarik.

Saham Pilihan Berdasarkan Dandy Rotation

Berdasarkan Dandy Rotation, saham yang berada di kuadran Outperform dan mendapat sinyal Buy (Alert Buy atau Buy Now) adalah :

Saham ASII, CPIN dan JPFA mendapat sinyal Downtrend sehingga perlu dipertimbangkan kembali. The Primary Trader menyukai HOKI, SIDO, ACES dan BSDE.

Saham Undershoot

Undershoot adalah istilah yang The Primary Trader gunakan untuk menggambarkan kondisi dimana harga saham berada di bawah Lower Band. Secara statistika, kondisi tersebut tersebut hanya terjadi ~5% dari seluruh kejadian. Saham yang berada dalam kondisi Undershoot antara lain : TINS, INDF, TLKM dan BNLI. Keempatnya mendapat sinyal Buy sehingga dapat dipertimbangkan untuk Very Short Term Trading. Perlu diwaspadai karena tentunya saham Undershoot berarti sedang dalam Downtrend.

Kesimpulan

Berikut adalah saham yang The Primary Trader sukai berdasarkan kondisi di atas :

MIKA, KAEF dan SSIA
HOKI, SIDO, ACES dan BSDE
TINS, INDF, TLKM dan BNLI

The Primary Trader kurang menyukai Undershoot namun diantara keempat saham yang Undershoot, TINS dan INDF terlihat menarik.

Berdasarkan analisis teknikal klasik, The Primary Trader menyukai SSIA yang terlihat pola Bullish Reversal. Meski perlu Breakout Rp460 namun perlu dicatat bahwa Breakout Resistance Rp460 bukan hanya mengonfirmasi pola Bullish Reversal namun juga membatalkan Down Trendline dari sejak Oktober 2019. Target SSIA ada di Rp460 setelah Breakout.

Pelabuhan Patimban yang akan beroperasi di bulan November 2020 tentu menjadi katalis positif bagi kawasan industri di kawasan sekitar dan salah satunya SSIA yang memiliki kawasan industri di Subang. Selain itu, dilihat dari APBN tahun 2021, pemerintah akan mendorong kembali pembangunan infrastruktur yang tentu akan menjadi pendorong utama pendapatan SSIA. Selain itu, harapan Omnibus Law akan disahkan dalam waktu dekat akan mendorong permintaan kawasan industri sehingga diharapkan pendapatan kawasan industri SSIA pun terdorong.

The Primary Trader mencatat salah satu pembelian selama PSBB dan Work From Home adalah pembelian untuk kerja (meja dan kursi). Perabotan rumah tangga tersebut adalah salah satu produk dari ACES. The Primary Trader melihat hal tersebut menjadi sentimen positif sehingga terlihat ACES menarik dan berpotensi mengakhiri Technical Correction (dari sejak Juli 2020 di level Rp1,800) dan kembali naik menuju Rp1,800 – Rp1,900 yang merupakan Resistance kuat. ACES perlu Breakout Rp1,600 namun The Primary Trader yakin dalam waktu dekat akan terjadi Breakout – ditopang dengan adanya sentimen vaksin segera tiba di akhir tahun (yang juga membuat IHSG semakin menarik).

Semoga.

Market Dan Saham Pilihan 200921

Berikut materi dalam video :

Pembahasannya antara lain :

  • IHSG dan Market Breadth terhadap Saham di IDX80. IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sampe 2-3 minggu ke depan dilihat dari saham – saham IDX80 yang banyak mencatat Positive 5D Return
  • Technical Data Viz, termasuk Dandy Rotation. Sektor Tower dan Industrial Area masih menarik. Sektor Healthcare dan Auto sebaiknya diwaspadai
  • Chart (Saham) Pilihan : UNTR, INKP, ACES dan TBIG

Berikut video di Youtube :

Untuk Investor dan Trader yang ingin memahami Dandy Rotation, silahkan cek video di Youtube berikut :

Semoga bermanfaat.

Yield SUN10Yr Bersiap Turun

view of city at airport

Current Account Deficit (CAD) 3Q19 Turun, Bersiap Capital Inflow

Bank Indonesia melaporkan Defisit Neraca Transaksi Berjalan (Current Account Deficit atau CAD) di 3Q19 sebesar USD7.7 miliar atau 2.7% dari GDP. CAD 3Q19 membaik karena lebih kecil dari CAD 2Q19 sebesar 2.93% dari GDP.

Tampaknya perbaikan CAD 3Q19 lebih disebabkan karena ada investasi masuk ke Corporate Bond (sebagai Portfolio Investment) ke Pertamina dan PLN yang baru saja mengeluarkan Global Corporate Bond. Selain itu, tidak adanya pembayaran Dividend ke Investor luar negeri seperti di 2Q19 pun menjaga CAD.

The Primary Trader menilai dampak dari perbaikan CAD di 3Q19 akan membuat Investor Asing semakin tertarik berinvestasi di Indonesia. Investor saat ini sedang berharap akan ada Upgrade Rating bagi Indonesia dari peringkat efek, setidaknya dari Fitch atau Moody’s. Bahkan tidak tertutup kemungkinan S&P kembali menaikkan rating seiring dengan harapan tim ekonomi Jokowi di periode 2 (yang ditopang oleh Sri Mulyani yang kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan).

Rupiah Dalam Tren Menguat

Penguatan Rupiah dengan potensi menuju Rp13,600 mengindikasikan Investor Asing memandang Indonesia dengan positif. Rupiah sendiri sedang bersiap Breakdown Support di Rp13,900 untuk terus menguat dengan potensi menuju Rp13,600. Meski demikian, kemungkinan Rupiah dijaga oleh BI di kisaran Rp14,000an mungkin akan membatalkan penguatan menuju Rp13,600 tersebut. Setidaknya untuk Rupiah, selama volatilitas menurun (stabil) maka hal tersebut sudah menjadi katalis dan sentimen positif. Rupiah sendiri mulai less-volatile sejak Jun’19.

Ikuti live chart di sini

Begitupun dengan Yield Obligasi Negara

Yield SUN10Yr yang mewakili pasar obligasi di Indonesia memastikan dalam Downtrend sejak awal Okt’19 dengan turun di bawah 7.2%. Saat ini Yield sedang dalam Support di 7% namun setelah Breakdown 7.2% lalu, Yield sedang dalam Downtrend menuju setidaknya 6.5%.

Yield masih mempertahankan Downtrend dari sejak 9% di bulan Okt’18. Perlu diingat bahwa penurunan yield berarti kenaikan harga obligasi. Tentunya hal ini sebagai akibat dari minat dari Investor terutama Investor Asing (bila dihubungkan dengan penguatan Rupiah).

Ikuti live chart di sini 

Strategi The Primary Trader

Membaiknya data makro ekonomi seperti CAD tentu akan langsung berpengaruh dengan pasar obligasi karena berkaitan dengan makro suatu negara. Meski demikian, karena ada pengaruh dari penguatan Rupiah, tentu ada beberapa sektor saham yang dapat menjadi pilihan.

The Primary Trader menyukai sektor yang banyak melakukan impor seperti Retail (MAPI dan ACES) serta KLBF (Healthcare dan atau Pharmacy).