Trend&Pattern 210203 : Saham Pilihan Ketika Menunggu IHSG Di 5,500 (Meski Vaksinasi Di Israel Berhasil)

Israel Sepakati Distribusi Vaksin Pfizer Dipercepat - Kabar24 Bisnis.com

The Primary Trader berharap IHSG masih akan turun mendekati 5,500 dalam 1-2 bulan ke depan dengan alasan ancaman pola Bearish Reversal pattern. Selain itu, ketika IHSG berada di level 5,500an, The Primary Trader berharap akan mulai muncul data fundamental yang bagus antara lain laporan keuangan 4Q20 dan 1Q21 serta pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global di 4Q20. Data ini akan menjadi justifikasi penting bagi Investor besar dan Investor Asing untuk membeli lebih banyak aset saham.

Selain data keuangan, tentu diharapkan masyarakat yang sudah divaksin akan semakin banyak dan diharapkan juga kasus Covid-19 akan menurun dan Pandemi terkendali. The Primary Trader melihat sudah ada berita bagus terkait vaksinasi yang berhasil di Israel dan terbukti bahwa pasien yang sudah mendapat vaksin, tetap bisa positif Covid-19 namun gejalanya lebih ringan.

Infographic: Israeli Vaccination Data Cause For Optimism | Statista
Sumber : Statista

Saham dan Sektor Pilihan Pada Saat IHSG Downtrend

Strategi terbaik pada saat market turun adalah Stay Invested dan atau Stay Away. Tentu bagi Trader, Cut Loss juga dapat dipertimbangkan. The Primary Trader menilai perlu adanya analisis lebih lanjut terkait penurunan tersebut. Apabila IHSG turun sebagai bagian dari Short Term – Medium Term Downtrend ditengah potensi Long Term Downtrend maka sebaiknya Stay Invested dan Stay Away karena pada akhirnya harga saham akan kembali naik (dengan catatan saham tersebut bukanlah saham gorengan). Dengan kata lain, apabila kemungkinan IHSG hanya akan turun 1-2 bulan lalu akan naik lagi selama 6 bulan ke depan, tentu tidak perlu dilakukan Cut Loss melainkan “Istirahat”. Ingat bahwa Investasi dan Trading adalah Marathon, bukan Sprint.

The Primary Trader memilih saham – saham yang berada dalam kondisi Outperform dan Uptrend. Saham – saham IDX80 yang dalam kondisi Outperform IHSG adalah sebagai berikut :

Beberapa saham yang dalam kondisi Uptrend pada kuadran Outperform (sehingga pergerakan beberapa hari terakhir lebih baik dari IHSG) adalah AKRA, TOWR, SMSM dan MIKA. Hanya MIKA yang mendapat sinyal Buy Now berdasarkan Stochastic Oscillator. The Primary Trader menyukai AKRA, TOWR serta MIKA.

MIKA : Breakout All Time High

Dengan naik sebesar 6.2%, MIKA Breakout Resistance penting di Rp3,030 yang merupakan level signifikan sejak tahun 2015. MIKA sedikit lagi Breakout All Time High di Rp3,230 pada 2015 tersebut dan tentu secara Analisis Teknikal, Breakout All Time High sangat jelas menandakan potensi Uptrend jangka panjang. Tentu penurunan dalam jangka pendek sangat rawan terjadi mengingat kenaikan yang cepat tersebut. Namun setiap penurunan ditengah potensi Uptrend akan menjadi level Buy yang menarik.

Dengan Breakout Rp3,030, menggunakan Fibonacci Retracement yang diproyeksikan, The Primary Trader perkirakan MIKA dapat melanjutkan Uptrend menuju Rp3,900 – Rp4,000 dalam jangka menengah.

AKRA : Breakout Level Signifikan di Rp3,200

AKRA sedang mencoba Breakout Resistance Rp3,200 yang menjadi level penting sejak tahun 2011. AKRA sempat berhasil Breakout Rp3,200 di Desember 2020 namun tampakny terbukti sulit. Meski demikian, value yang terjadi pada saat mencoba Breakout Rp3,200 cukup signifikan sehingga The Primary Trader perkirakan AKRA akan mampu segera Breakout Rp3,200. Terlebih lagi AKRA telah Breakout Down Trendline dari Oktober 2017 pada bulan Oktober 2020 lalu di Rp2,900an. Dengan demikian AKRA telah mengakhiri Downtrend jangka panjang dan seharusnya sedang mengawali Uptrend jangka panjang menuju Resistance penting berikutnya di Rp5,500.

Sektor Menarik Di Tengah Krisis COVID-19 : Farmasi Dan Rumah Sakit

Pergerakan emiten di sektor Farmasi dan Rumah Sakit sepanjang tahun 2020 ini dapat menjadi pilihan. Hal ini tentu karena selain menjadi sektor terdepat dalam menangani wabah Covid-19, tentu diharapkan ada potensi keuntungan (setidaknya ada potensi kenaikan pendapatan).

The Primary Trader mencatat pergerakan 7 saham yaitu : Sektor Farmasi (KAEF, INAF dan KLBF) serta Sektor Rumah Sakit (MIKA, HEAL dan SILO) sebagai berikut :

Secara relatif, The Primary Trader melihat potensi yang sangat menarik pada sektor Farmasi (garis orange). Hal ini karena setelah bergerak Downtrend sejak 2Q19, terlihat pola Bullish Reversal yang cukup menjanjikan untuk merubah Downtrend menjadi Uptrend. Oleh karena itu, sektor Farmasi sangat berpotensi dan layak diperhatikan.

Sektor Rumah Sakit (garis hijau) masih terlihat dalam Downtrend namun The Primary Trader menyukai potensi kenaikan dari saham – saham RS. Hal ini terlihat dari penurunan yang terjadi dalam 3 minggu terakhir tidak lebih rendah dari titik penurunan terakhir. Namun saham – saham RS masih harus naik melewati garis Resistance terdekat.

Sejak awal Maret 2020, sektor Farmasi terlihat sangat Outperform IHSG sementara sektor Rumah Sakit relatif sedikit Undeperform IHSG.

Meski demikian, The Primary Trader melihat secara jangka panjang, sektor Farmasi berpotensi baru saja memulai Trend Outperform terhadap IHSG. Sementara sektor Rumah Sakit mungkin mengakhiri Trend Outperform-nya terhadap IHSG. Pergerakan sektor Rumah Sakit relatif terhadap IHSG menunjukkan potensi pembentukan pola Bearish Reversal (Double Top).

Pilih Mana?

The Primary Trader menyukai tidak hanya saham yang dalam Uptrend namun juga dalam Trend Outperform terhadap IHSG. Bila melihat masing – masing pergerakan saham (relatif terhadap IHSG) maka terlihat saham Farmasi BUMN (INAF dan KAEF) sangat Outperform sementara saham – saham Farmasi dan Rumah Sakit lain cukup Outperform IHSG.

Hal ini cukup wajar mengingat INAF dan KAEF mungkin akan diminta pemerintah untuk memproduksi obat – obat untuk penyakit Covid-19 ini. Ditengah wabah Covid-19 ini, The Primary Trader melihat saham keduanya cukup menarik.