Memilih Sektor Yang Masih Berpotensi Naik Ditengah Kenaikan Drastis IHSG

Dari sejak Bottom di akhir Maret 2020, IHSG telah naik sebesar 44.7% atau sebesar 0.27% per hari (selama 160 hari perdagangan). IHSG sudah melewati Resistance penting di 5,500 dan 5,600 sehingga saat ini IHSG sedang menuju Resistance penting berikut-nya yaitu di 6,000.

The Primary Trader ingin mencoba melihat sektor yang masih dapat dipertimbangkan karena harganya masih belum terlalu naik atau belum Overbought.

Sector Multiple Return

Berdasarkan return dalam 1D, 5D, 20D dan YTD, terlihat hampir semua sektor naik tinggi terutama dalam 20D terakhir yaitu ketika IHSG naik drastis setelah sebelumnya Sideways di pertengahan Oktober 2020. Dalam 20D terakhir, hanya sektor Healthcare (MIKA dan SILO) yang turun. Namun demikian, sektor Healthcare dalam 5D terakhir tetap mencatat kenaikan. Ada harapan namun besar peluang sektor Healthcare sedang dalam Technical Rebound atau kenaikan di tengah Downtrend. Tampaknya Investor mulai meninggalkan saham dan sektor pandemi karena memperkirakan pandemi ini segera berakhir.

Berdasarkan data YTD Return, sektor Bank, Cement, FMCG, Mineral, Pharmacy dan Tower sudah mencatat Positive Return sehingga tentu sudah terlihat mahal. Masih banyak sektor lain yang mencatat YTD Negative Return dan The Primary Trader melihat hal ini sebagai opportunity yang masih tersedia (karena masih ada potensi Upside untuk sektor – sektor tersebut).

Beberapa sektor yang dapat dipertimbangkan karena mencatat 20D Positive Return namun 5D Negative Return adalah sektor Auto (ASII) dan Paper (INKP). Kondisi 20D Return yang positif sementara 5D Return yang negatif dapat dianggap sebagai Technical Correction atau penurunan sementara di tengah Uptrend.

Clustering Multiple Return Sector

Menggunakan K-Means Clustering, The Primary Trader membuat kluster Sektor berdasarkan kinerja Return dalam 1D, 5D, 20D dan YTD. Karena The Primary Trader menyukai sektor Auto dan Paper maka sektor yang dapat menjadi pilihan (karena serupa dengan kedua sektor tersebut) adalah Cluster 1 dan Cluster 3. Adapun sektor di Cluster 1 antara lain Oil&Gas, FMCG dan Healthcare dan Bank sementara sektor di Cluster 3 antara lain CPO, Retail, Telecom dan Multifinance.

Sector dan Multiple Timeframe + Multiple Indicators

Menggunakan data Stochastic Oscillator dan %B (sebagai perwakilan dari Bollinger Band) maka terlihat sektor – sektor yang Overbought dan Overshoot adalah Textile, Cigarettes, Media, Precast, Coal, Cement dan Oil&Gas. Sektor tersebut sebaiknya diwaspadai atau bersiap untuk Sell On Strength. Hal ini karena Upside sudah terbatas (Overbought) dan ada kecenderungan untuk turun di bawah Upper Band namun masih tetap Uptrend.

Sektor yang dalam kondisi terbaik (tidak Overbought namun dalam Uptrend) antara lain : Paper, Mineral, FMCG, Pharmacy, Retail, CPO, Toll dan Industrial Area serta Residential. The Primary menyukai Industrial Area, Residential dan CPO.

Semoga terinpirasi.

Mencari Sektor Terbaik Saat Ini Dan Beberapa Saat Kedepan

Indeks Sektoral

The Primary Trader memiliki indeks sektoral tersendiri yang berbeda dengan Sectoral Index di IDX dan bukan juga indeks ala GICS atau BICS versi Bloomberg. Sektor tersebut adalah sebagai berikut :

  • Cement
  • Cigarettes
  • Coal
  • Construction
  • CPO
  • FMCG
  • Hospital
  • Industrial Area
  • Media
  • Mineral
  • Oil&Gas
  • Pharmacy
  • Poultry
  • Residential
  • Retail
  • Telecom
  • Tower

Tentu sektor yang memilki satu saham yang sangat dominan seperti Auto (ASII) dan Toll (JSMR) tidak The Primary Trader sebutkan.

Sektor Yang Berpotensi Uptrend

Dari daftar sektor tersebut, secara manual dan memperhatikan Chart, The Primary Trader melihat beberapat sektor yang berpotensi Uptrend dan menarik adalah Hospital Sector. The Primary Trader melihat sektor tersebut telah mengonfirmasi Bullish Continuation Pattern dari sejak Mei 2020 sehingga berpotensi melanjutkan Uptrend yang telah terjadi dari Maret 2020.

Sektor Poultry memang masih berada dalam Sideways namun The Primary Trader memonitor erat karena selain Sideways-nya terlihat sebagai Bullish Continuation Pattern, sektor tersebut mendekati Down Trendline dari sejak akhir 2018 (!). Dengan demikian, bila terjadi kenaikan yang tidak banyak maka sektor Poultry mengonfirmasi Bullish Continuation Pattern sekaligus mengakhiri Downtrend jangka panjang. Tentunya dengan demikian, sektor Poultry semakin berpeluang mengawali Primary Uptrend.

Sektor Tower sempat Breakout Resistance dari 3Q17 namun gagal namun The Primary Trader melihat sektor ini tetap mempertahankan Uptrend-nya dari sejak 4Q18 (!). Dengan demikian, perlahan tapi pasti, sektor Tower tetap Uptrend sehingga The Primary Trader yakin kali ini Sektor Tower mampu Breakout valid Resistance dari 3Q17 tersebut.

Sektor Yang Berpotensi Outperform IHSG

Menggunakan metode Relative Performing dan pembuatan indeks sektoral (menggunakan metode Price Weighting atau Equal Weight), The Primary Trader membandingkan semua indeks sektoral dengan IHSG. Dari Ratio Chart Sektor – IHSG tersebut, The Primary Trader menerapkan metode Analisis Teknikal tradisional untuk melihat potensi chart tersebut bergerak Uptrend (yang berarti Outperform terhadap IHSG).

Chart RC FMCG – IHSG masih terlihat Uptrend dari sejak 4Q18 sehingga sektor FMCG masih berada dalam Outperform Trend terhadap IHSG – sampai saat ini.

Selain sektor Hospital berada dalam Uptrend, RC Hospital – IHSG yang mempertahakan Uptrend dari sejak 2019 mengindikasikan saham – saham Rumah Sakit bergerak Outperform IHSG. Dengan demikian, sektor ini sangatlah menarik.

Chart RC Mineral – IHSG berhasil melewati Resistance sepanjang 2018 dan 2019 sehingga tentu mengindikasikan Uptrend dari sejak Maret 2020 sangatlah kuat. Dengan demikian, sektor Mineral masih tetap berpotensi Outperform IHSG.

RC Pharmacy – IHSG sangat jelas terlihat dalam Uptrend setelah Breakout Resistance dari sejak 3Q17. Dengan demikian, sektor Pharmacy tetap berpeluang Outperform IHSG.

The Primary Trader melihat RC Poultry – IHSG sebagai Sideways yang berpotensi melanjutkan Uptrend dari sejak awal 2018. Dengan demikian, meski sering bergantian Outperform – Underperform IHSG, ada potensi dalam waktu dekat sektor Poultry akan terus mempertahankan kondisi Outperform terhadap IHSG.

RC Tower – IHSG tampaknya sudah mengonfirmasi Bullish Continuation Pattern dari sejak April 2020. Dengan demikian, sektor Tower akan kembali mempertahankan kondisi Outperform terhadap IHSG.

Pilih Sektor Apa ?

Berikut adalah sektor yang berpotensi Uptrend : Hospital, Poultry dan Tower. Sementara berikut adalah sektor yang berpotensi Outperform IHSG : FMCG, Hospital, Mineral, Pharmacy, Poultry dan Tower. Dengan demikian, setidaknya ada tiga sektor yang dapat diperhatikan yaitu sektor Hospital, Poultry dan Tower.

Dengan saling membandingkan satu sama lain (dengan metode Relative Performing yang sama) maka dapat dipilih satu sektor yang berpotensi Outperform sektor lain.

RC Hospital – Poultry

Membandingkan sektor Hospital dengan sektor Poultry maka terbentuklah chart RC Hospital – Poultry seperti di bawah. Chart RC tersebut masih terlihat Uptrend sejak 2019 dan berpotensi mempertahankan Uptrend karena terlihat membentuk Bullish Continuation dari sejak 3Q19. Dengan kata lain, sektor Hospital berpotensi mempertahakan kondisi Outperform terhadap sektor Poultry.

RC Hospital – Tower

Bila sektor Hospital dibandingkan dengan sektor Tower maka RC Hospital – Tower terlihat masih Uptrend (dari sejak 2018) namun sangat Downtrend dari sejak 4Q18. The Primary Trader belum melihat adanya potensi Bullish Reversal karena terlihat RC Hospital – Tower masih berada di Bottom (atau Support dari Up Trendline yang landai dari sejak 2018 tersebut). Oleh karena itu, sektor Tower kemungkinan besar masih akan Outperform sektor Hospital.

RC Tower – Poultry

Sampai saat ini, dapat diambil kesimpulan bahwa sektor Tower lebih menarik dari sektor Hospital dan sektor Hospital sendiri lebih menarik dari sektor Poultry. Kali ini The Primary Trader membandingkan sektor Tower dengan sektor Poultry dan terlihat RC Tower – Poultry yang jelas Uptrend dari sejak awal 2019. Bila dilihat dari tahun 2017 (atau tepatnya 3Q17), sektor Poultry masih Outperform sektor Tower. Namun Outperform Trend sektor Tower (terhadap sektor Poultry) dari sejak 2019 terlihat lebih valid sehingga The Primary Trader menyimpulkan sektor Tower masih akan Outperform sektor Poultry.

Dengan demikian, kesimpulan akhir yang The Primary Trader dapat simpulkan adalah sektor Tower sangatlah menarik. Selain Uptrend, sektor dengan saham TOWR dan TBIG masih akan Outperform IHSG dan (kemungkinan besar) sektor – sektor lain termasuk sektor Hospital seperti MIKA dan Poultry seperti JPFA dan CPIN.

Pilih TOWR atau TBIG ?

Dengan membentuk RC TOWR – TBIG, The Primary Trader melihat TBIG saat ini sedang Outperorm TOWR. Namun The Primary Trader percaya RC TOWR – TBIG masih berpotensi Uptrend karena penurunan tersebut terlihat sebagai Bullish Continuation pattern. Dengan demikian, dalam jangka menengah – panjang, TOWR masih akan Outperform TBIG.

Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi.

Sekilas mengenai Multi – Level Charts (RC Saham – IHSG, RC Saham – Sektor dan sebagainya), silahkan ditonton video Youtube ini :

The Primary Trader Daily 02 January 2020

Photo by Abhiram Prakash on Pexels.com

Sentimen Positif di awal tahun 2020

Peresmian Trade Deal fase 1 pada 15 Jan’20 tentu akan menjadi katalis positif karena dengan demikian, AS akan menurunkan tarif impor dari 15% menjadi 7.5% terhadap barang dari China senilai US$120 miliar dan mempertahankan tarif sebesar 25% terhadap barang China senilai US$250 miliar. Rencana pengenaan barang terhadap US$160 miliar yang efektif 15 Des’19 lalu pun batal karena adanya kesepakatan tersebut.

China dikabarkan akan menambah impor barang komoditas dari AS sebesar US$16 miliar dari US$24 miliar yang rutin diimpor dari AS (seperti Soybean). Dengan demikian, dalam 2 tahun ke depan, China setidaknya akan mengimpor barang koomidtas senilai total US$50 miliar dari AS.

The primary Trader melihat hal ini akan positif untuk pasar komoditas terutama Coal dan Oil&Gas. China dapat memulai kembali produksi pabriknya dan hal tersebut memerlukan komoditas energi seperti Coal dan Oil&Gas.

IHSG : Breakout Down Trendline Jangka Menengah

Dari sejak Jul’19, IHSG telah beberapa kali mencoba naik menuju 6,500 namun gagal sehingga terus turun membentuk Down Trendline jangka menengah (dari 6,460an). Menjelang akhir tahun 2019, IHSG berhasil Breakout Down Trendline tersebut di level 6,300. The Primary Trader melihat hal ini sebagai sinyal bahwa IHSG siap untuk Breakout Down Trendline yang lebih besar lagi (dari sejak Feb’18 di 6,680an).

IHSG masih perlu naik menuju 6,450 untuk Breakout Down Trendline besar dari sejak Feb’18 di 6,680an. Oleh karena itu, Breakout 6,300 menjadi penting karena dapat memperbesar peluang IHSG naik mendekati 6,450 lalu Breakout Resistance tersebut.

Memperbesar Peluang January Effect

Penandatanganan Trade Deal fase 1 tampaknya disukai oleh Investor karena akhirnya berhasil menjadi katalis pendorong IHSG Breakout 6,300. The Primary Trader percaya January Effect di bulan Januari 2020 akan terjadi. The Primary Trader perkirakan IHSG akan kembali mencatat January Effect di Januari 2020 ini. The Primary Trader perkirakan besaran Monthly Return IHSG di Januari 2020 adalah sebesar 1.4% – 1.6% (sesuai dengan kisaran Average Monthly Return IHSG pada saat terjadi January Effect dalam 10 tahun terakhir).

Cek di sini mengenai January Effect pada IHSG.

Mengasumsikan IHSG akan mengalami January Effect dengan Monthly Return yang berkisar antara 1.3% (Average Monthly Return IHSG dalam 10 tahun terakhir) sampai 3.1% (Average Monthly Return IHSG sejak 1996 hanya pada saat terjadi January Effect) maka IHSG pada akhir Januari 2020 berada pada rentang 6,381 – 6,494. IHSG baru dapat Breakout Resistance 6,450 bila ada kenaikan lebih dari 2.5%. Bila melihat IHSG hanya naik sebesar 1.6% pada January Effect dalam 10 tahun terakhir maka setidaknya IHSG masih dapat menyentuh 6,400 di akhir Januari 2020 dan The Primary Trader rasa hal tersebut cukup bagus.

Sektor Pilihan : Komoditas Seperti Coal, Oil&Gas dan Mineral

Memasuki awal tahun 2020 dan mengikuti perkembangan pasar terkini, The Primary Trader memperhatikan sektor Komoditas seperti Coal, Oil&Gas dan Mineral yang memang berada di area Uptrend dengan Momentum yang masih sehat (naik tapi belum Overbought). Sektor CPO dan Plantation sudah memasuki Overbought sehingga rawan terkoreksi. The Primary Trader pun rasa sudah saatnya Sell On News pada sektor tersebut karena program B30 sudah berjalan.

Sektor Uptrend dengan Momentum sehat lainnya adalah Bank dan FMCG yang menjadi Backbone IHSG. Waspada terhadap sektor Cigarettes karena kenaikan harga eceran sebesar 35%.

Sektor yang dapat menjadi perhatian lain adalah Industrial Area yang saat ini berada di dalam kondisi Downtrend namun mulai terlihat kenaikan (Momentum-nya positif).